JAKARTA, BYTENEWS.ID — Persaingan industri smartphone global memasuki babak baru pada awal tahun 2026. Produsen teknologi asal Korea Selatan, Samsung, kembali menegaskan dominasinya sebagai pemimpin pasar dunia setelah mencatatkan kinerja penjualan yang solid pada kuartal pertama tahun ini.(4/5/2026)
Berdasarkan laporan lembaga riset pasar Omdia, Samsung berhasil mengirimkan sekitar 65,4 juta unit smartphone secara global sepanjang Januari–Maret 2026. Angka tersebut meningkat sekitar 8 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, sekaligus mengantarkan perusahaan meraih pangsa pasar 22 persen.
Kinerja positif ini ditopang kuat oleh tingginya permintaan seri flagship Galaxy S26 serta lini Galaxy A Series yang tetap menjadi tulang punggung penjualan di negara berkembang.
Di posisi kedua, Apple terus memberikan tekanan kompetitif dengan pertumbuhan penjualan yang lebih agresif. Perusahaan asal Amerika Serikat tersebut membukukan pengiriman 60,4 juta unit atau menguasai sekitar 20 persen pasar global, tumbuh 10 persen secara tahunan.
Momentum Apple ditopang oleh performa lini iPhone 17, termasuk varian iPhone 17e yang mendapat respons kuat di kawasan Uni Eropa dan Jepang. Sementara itu, model premium iPhone 17 Pro dan Pro Max juga mencatat penjualan lebih baik dibanding generasi sebelumnya.
Pasar China yang sempat melemah sebelumnya kini kembali memberikan kontribusi signifikan bagi Apple dengan pertumbuhan mencapai 42 persen year-on-year.
Posisi ketiga hingga kelima masih ditempati produsen smartphone asal China, namun seluruhnya mengalami penurunan pertumbuhan pada kuartal pertama 2026.
Xiaomi mengirimkan 33,8 juta unit dengan pangsa pasar 11 persen, namun pertumbuhan tahunan tercatat minus 19 persen.
Oppo berada di posisi keempat dengan pengiriman 30,7 juta unit dan pangsa pasar 10 persen, turun 6 persen.
Vivo menyusul dengan 21,3 juta unit dan pangsa pasar 7 persen, mengalami kontraksi 7 persen.
Meski demikian, Omdia mencatat Honor sebagai vendor dengan pertumbuhan tercepat dalam daftar 10 besar produsen global. Perusahaan tersebut berhasil mengirimkan 19,2 juta unit, didorong ekspansi agresif di kawasan Timur Tengah dan Afrika. Namun tekanan persaingan di pasar domestik China masih menjadi tantangan utama.
(Cender)
laporan : Sri Dewi