WAJO, BYTENEWS.ID — Wakil Bupati Wajo, Dr. H. Baso Rahmanuddin Makkaraka, M.M, angkat bicara menanggapi keluhan masyarakat terkait ketersediaan obat bagi pasien gangguan kesehatan mental di Poli Jiwa RSUD Maddukelleng yang sebelumnya ramai diberitakan.
Menanggapi persoalan tersebut, Wakil Bupati Wajo menegaskan pemerintah daerah akan segera melakukan pengecekan langsung guna memastikan kondisi sebenarnya di lapangan.
“Insya Allah sepulang dari Makassar, saya ke RSUD Lamaddukkeleng untuk melihat langsung stok atau persediaan obat-obat, terutama untuk pasien gangguan mental,” ujar Baso Rahmanuddin.(29/04/2026)
Ia menegaskan pelayanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat kurang mampu dan peserta BPJS Kesehatan, menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Wajo.
Menurutnya, pasien gangguan mental merupakan kelompok yang membutuhkan pengobatan rutin dan berkelanjutan sehingga ketersediaan obat tidak boleh mengalami kekosongan.
Pemerintah daerah, kata dia, akan melakukan evaluasi jika ditemukan kendala distribusi maupun manajemen persediaan obat di rumah sakit.
“Kita ingin memastikan pelayanan kesehatan berjalan maksimal dan masyarakat tidak terbebani, apalagi pasien yang sangat bergantung pada obat rutin,” tambahnya.
Sebelumnya, sejumlah pasien Poli Jiwa RSUD Maddukelleng mengeluhkan tidak tersedianya obat selama dua bulan terakhir sehingga mereka terpaksa membeli obat secara mandiri di apotek luar dengan harga mencapai ratusan ribu rupiah.
Keluhan tersebut memicu perhatian publik dan mendorong harapan agar pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk menjamin pelayanan kesehatan tetap optimal bagi masyarakat Wajo.
Kunjungan Wakil Bupati Wajo ke RSUD Maddukelleng diharapkan dapat memberikan kepastian terkait ketersediaan obat sekaligus menjadi solusi atas keluhan pasien.
penulis : Cender








