Bulog Wajo Klarifikasi Isu Pegawai Minta RPK Berikan SPHP
12 September 2026
Bukan Sekadar Viral, Suleman Minta Aduan Warga Dibuktikan dengan Data
10 September 2026
WAJO, BYTENEWS.ID – Materi publikasi Festival Danau Tempe (FDT) 2026 mulai jadi perhatian. Bukan karena acaranya.(23/9/2026)
Yang dipertanyakan justru soal logo dan identitas organisasi yang muncul dalam sejumlah poster kegiatan.
Dalam salah satu materi publikasi yang beredar, terlihat beberapa logo organisasi maupun pihak pendukung kegiatan. Namun, logo Karang Taruna Wajo tidak tampak dalam poster tersebut.
Kondisi ini kemudian memunculkan pertanyaan sederhana kepada panitia FDT 2026: bagaimana sebenarnya mekanisme penentuan logo dan pihak yang dicantumkan dalam materi publikasi?
Sebab, dalam sejumlah pemberitaan sebelumnya, Festival Danau Tempe 2026 disebut melibatkan Kadin Wajo, HIPMI Wajo dan Karang Taruna Wajo sebagai pihak yang menginisiasi kegiatan. Informasi tersebut juga pernah muncul dalam pemberitaan terkait audiensi panitia dengan Bupati Wajo pada Agustus 2026.
Lalu, mengapa logo organisasi yang disebut sebagai salah satu pihak penginisiasi tidak terlihat dalam materi publikasi tertentu, sementara beberapa logo lainnya justru ditampilkan?
Pertanyaan ini sebenarnya sederhana.
Tinggal dijelaskan.
Apalagi Festival Danau Tempe membawa nama Kabupaten Wajo dan melibatkan cukup banyak unsur, mulai dari pemerintah, organisasi, komunitas, pelaku usaha hingga masyarakat.
Karang Taruna Disebut Masih Terlibat
Sorotan terhadap materi publikasi tersebut juga muncul di tengah informasi bahwa Karang Taruna Wajo masih terlibat dalam salah satu rangkaian FDT 2026, yakni lomba mancing yang dijadwalkan berlangsung pada 26 September 2026.
Kegiatan tersebut disebut melibatkan sekitar 400 peserta.
Karena itu, publik tentu bertanya mengenai posisi masing-masing pihak dalam festival.
Apakah logo yang tercantum pada poster merupakan logo sponsor?
Mitra kegiatan?
Organisasi pelaksana?
Pendukung?
Atau memang hanya dicantumkan pada materi publikasi untuk agenda tertentu?
Begitu pula dengan tidak munculnya logo Karang Taruna Wajo.
Apakah memang keputusan panitia?
Persoalan teknis desain?
Atau setiap kegiatan memiliki daftar mitra dan pihak pendukung yang berbeda?
Semua pertanyaan itu sebenarnya bisa selesai jika panitia memberikan penjelasan.
Bukan Menuduh, Panitia Diminta Klarifikasi
Sorotan ini bukan kesimpulan bahwa telah terjadi pelanggaran ataupun konflik internal dalam kepanitiaan FDT 2026.
Tidak sampai ke sana.
BYTENEWS.ID hanya menyoroti materi publikasi yang beredar dan meminta panitia memberikan penjelasan agar tidak muncul tafsir yang berbeda di masyarakat.
Jika setiap kegiatan memiliki desain poster dan daftar pihak yang berbeda, tentu bisa dijelaskan.
Jika tidak dicantumkannya logo Karang Taruna Wajo hanya karena pertimbangan desain, juga tidak menjadi persoalan sepanjang dapat diterangkan.
Namun kalau ada alasan lain, publik tentu ingin mengetahui konteksnya.
Ketua Panitia FDT 2026 sebelumnya juga menyampaikan bahwa festival tersebut melibatkan berbagai unsur dan elemen di Kabupaten Wajo.
Karena itu, keterbukaan mengenai siapa penggagas, siapa panitia, siapa pelaksana, siapa sponsor, siapa mitra, serta dasar pencantuman setiap logo menjadi penting.
Bukan untuk memperkeruh suasana.
Justru supaya semuanya terang.
Festival Danau Tempe 2026 dijadwalkan berlangsung pada 23 September hingga 5 Oktober 2026, dengan berbagai agenda yang mencakup UMKM, budaya, olahraga, hiburan hingga kegiatan sosial.
Kini pertanyaannya berada di meja panitia.
Apa dasar pencantuman logo dalam setiap materi publikasi FDT 2026, dan mengapa logo Karang Taruna Wajo tidak terlihat pada poster tertentu sementara organisasi tersebut disebut masih terlibat dalam rangkaian kegiatan?
Publik menunggu penjelasan resmi.
BYTENEWS.ID membuka ruang klarifikasi dan hak jawab bagi panitia Festival Danau Tempe 2026, Karang Taruna Wajo, sponsor, mitra maupun pihak terkait lainnya.
(CDR)