WAJO, BYTENEWS.ID — Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kabupaten Wajo justru diwarnai kritik tajam dari masyarakat. Di tengah seremoni pendidikan, keluhan ribuan tenaga PPPK Paruh Waktu mencuat dan menjadi perbincangan hangat di media sosial.(5/5)
Sejumlah netizen menyoroti kinerja Dinas Pendidikan Kabupaten Wajo setelah muncul unggahan viral dari akun media sosial bernama Sudirman Mo yang menyebut kondisi tenaga PPPK saat ini sebagai “rekor terburuk” sepanjang pemerintahan daerah.
Dalam unggahannya, Sudirman menuliskan bahwa ribuan PPPK paruh waktu belum menerima gaji sejak Surat Perjanjian Kerja (SPK) diterbitkan pada 1 November 2025 hingga April 2026.
“Di HARDIKNAS WAJO mencetak rekor terburuk. Ribuan PPPK paruh waktu belum menerima gaji selama enam bulan,” tulisnya dalam unggahan yang ramai dibagikan warganet.
Berdasarkan informasi yang beredar, sebanyak 4.008 SK PPPK Paruh Waktu telah diserahkan kepada tenaga pendidikan pada akhir tahun 2025. Namun hingga kini, pembayaran gaji disebut belum terealisasi secara penuh.
Tidak hanya soal keterlambatan pembayaran, polemik lain juga muncul terkait perubahan nominal gaji dalam SPK. Netizen menilai terjadi penurunan drastis dari estimasi awal di atas Rp2 juta per bulan menjadi sekitar Rp250 ribu per bulan.
Kondisi tersebut memicu gelombang komentar dari masyarakat yang mempertanyakan komitmen pemerintah daerah terhadap kesejahteraan tenaga pendidikan.
Momentum Hardiknas yang seharusnya menjadi perayaan dunia pendidikan justru berubah menjadi ruang kritik publik. Banyak pengguna media sosial meminta pemerintah daerah dan Dinas Pendidikan segera memberikan penjelasan resmi.
Sejumlah warganet juga menilai persoalan ini tidak boleh berlarut karena menyangkut nasib ribuan tenaga pendidikan yang tetap menjalankan tugas mengajar meski hak finansial mereka belum diterima.
Editor : Hardiansyah