BYTENEWS.ID – WAJO — Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Wajo mengatakan kedepan akan menghadirkan sebuah program inovatif bertajuk Gerakan PISOTA’ yang merupakan singkatan dari Pilah Sampahta, Olah Sampahta, dan Tanami Pekaranganta.(21/5/2026)
Program ini disiapkan sebagai langkah nyata dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, mengelola sampah secara bijak, serta membangun budaya hidup sehat dan mandiri di tengah masyarakat.
Kadis Lingkungan Hidup Kabupaten Wajo menyampaikan bahwa seluruh masyarakat memiliki tanggung jawab bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan dan kesehatan keluarga. Menurutnya, Gerakan PISOTA’ hadir sebagai upaya konkret untuk menumbuhkan kesadaran kolektif mengenai pengelolaan sampah yang baik, dimulai dari lingkungan rumah tangga hingga lingkungan sekitar.
“Gerakan PISOTA’ nantinya akan menjadi gerakan bersama masyarakat Wajo untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan produktif,” ujarnya.
Dalam program tersebut terdapat tiga poin utama yang akan menjadi fokus gerakan.
Pertama, Pilah Sampahta. Masyarakat diajak memilah sampah sejak dari rumah agar volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dapat berkurang serta memudahkan proses daur ulang. Sampah organik nantinya dapat diolah menjadi kompos, sementara sampah anorganik dapat dimanfaatkan kembali atau didaur ulang menjadi barang bernilai guna.
Kedua, Olah Sampahta. DLH Wajo mendorong masyarakat untuk mulai mengolah sampah menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai ekonomi. Selain mengurangi pencemaran lingkungan, pengolahan sampah juga dinilai mampu membuka peluang usaha baru bagi masyarakat, seperti pembuatan pupuk kompos, kerajinan dari bahan bekas, hingga pemanfaatan energi alternatif.
“Pupuk hasil pengomposan nantinya juga dapat dimanfaatkan untuk tanaman di sekitar pekarangan rumah warga,” jelasnya.
Ketiga, Tanami Pekaranganta. Melalui gerakan ini, masyarakat didorong memanfaatkan lahan pekarangan rumah untuk menanam sayur maupun tanaman produktif lainnya. Selain memperindah lingkungan, langkah tersebut dinilai mampu mendukung ketahanan pangan keluarga serta menumbuhkan rasa cinta terhadap lingkungan.
Kadis DLH berharap Gerakan PISOTA’ nantinya dapat melibatkan seluruh elemen masyarakat Kabupaten Wajo agar saling mendukung dan menularkan semangat kepedulian terhadap lingkungan.
“Perubahan besar dimulai dari langkah kecil yang kita lakukan setiap hari di rumah dan lingkungan sekitar,” katanya.
Di akhir penyampaiannya, Kadis DLH mengajak seluruh pihak untuk berpartisipasi aktif dalam Gerakan PISOTA’ demi mewujudkan Kabupaten Wajo yang lebih asri dan bersih sejalan dengan program pemerintah pusat.
“Mari bersama-sama kita wujudkan Wajo yang asri, sehat, dan peduli lingkungan,” tutupnya.
(Cender)