Home / Daerah / DPR / Kriminal & Kejadian / Politik

Sabtu, 28 Maret 2026 - 05:52 WIB

Rabat Beton Diduga Masuk Lahan Pribadi Oknum Dewan, Warga: “Sapi Saja Ikut Protes”

Oplus_16908288

Oplus_16908288

bytenews.id – WAJO – Pembangunan rabat beton di Jalan Kota Baru, Kecamatan Sabbangparu, Kabupaten Wajo, menjadi sorotan publik setelah muncul dugaan proyek tersebut dipolitisasi oleh salah satu oknum anggota DPRD.(28/3/2026)

Berdasarkan hasil investigasi lapangan yang dilakukan Keramat, ditemukan indikasi pekerjaan rabat beton dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Tarkim) justru dikerjakan di atas lahan yang diduga merupakan milik pribadi oknum anggota dewan di wilayah Kec.Sabbangparu.

Keramat menilai pembangunan infrastruktur yang bersumber dari anggaran pemerintah seharusnya diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat luas, bukan diarahkan ke lokasi yang tidak memiliki permukiman warga.

“Kami menemukan titik pekerjaan yang berada di area lahan kosong yang telah dikapling dan diduga milik pribadi oknum anggota dewan. Ini perlu ditelusuri secara serius karena menyangkut penggunaan uang rakyat,” ujar Hardiansyah Keramat.

Baca Juga  Oknum Anggota LSM Diamankan Kejari Seluma dalam OTT Dugaan Pemerasan

Sejumlah masyarakat sekitar yang dikonfirmasi turut mempertanyakan keberadaan proyek tersebut. Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya bahkan menyampaikan kritik dengan nada satir.

“Jangankan kami yang protes, sapi saja ikut protes karena rumputnya dialihkan. Di situ bukan jalan permukiman warga, itu lahan kosong yang dikapling dan diketahui milik salah satu oknum anggota dewan,” ungkap warga tersebut.

Menurut warga, lokasi pembangunan rabat beton tidak berada pada jalur aktivitas masyarakat ataupun akses permukiman, sehingga manfaatnya dinilai tidak dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar.

Atas temuan tersebut, Keramat mendesak Komisi III DPRD Kabupaten Wajo segera turun melakukan pengawasan dan klarifikasi terhadap proses perencanaan hingga pelaksanaan proyek.

Baca Juga  Dugaan “Permainan Audit” di Tingkat Desa: Isu Serius yang Harus Diungkap Tuntas

Selain itu, Inspektorat Kabupaten Wajo juga diminta melakukan audit investigatif guna memastikan tidak terjadi penyalahgunaan anggaran maupun konflik kepentingan dalam pembangunan rabat beton tersebut.

“Kami meminta Komisi III dan Inspektorat bertindak cepat. Jangan sampai pembangunan infrastruktur dijadikan alat kepentingan pribadi atau politik,” tegasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas Tarkim maupun oknum anggota dewan yang disebut dalam temuan tersebut belum memberikan keterangan resmi.

Keramat menegaskan akan terus mengawal persoalan ini sebagai bentuk kontrol sosial agar penggunaan anggaran daerah tetap transparan dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

penulis : Cender

Share :

Baca Juga

Daerah

DLH Wajo Gandeng Developer, Kadis Lingkungan Hidup: Ledakan Perumahan Harus Diimbangi Pengelolaan Sampah

Daerah

Isu Gaji Tak Seragam dan THR Petugas Mencuat, Pengurus Masjid Raya Beri Klarifikasi Soal Dana dan Utang Renovasi

Daerah

DLH “Kunci” Rekomendasi UKL-UPL, Developer Perumahan Wajib Kelola Sampah Mandiri

Daerah

SKK Migas Road Show di Wajo, Organisasi Pers JOIN Terima Bantuan Bapokting

Daerah

Sampah Jalur Dua di Sengkang, Kadis LHD Wajo Siapkan Jurus Baru

DPR

Gerak Cepat! Legislator Wajo H. Mustafa Turun Langsung Bantu Korban Kebakaran di Desa Nepo

DPR

Trotoar vs Perut Rakyat: Komisi l DPRD Wajo Tunda Penertiban Lapak UMKM hingga Usai Lebaran

Daerah

Sinyal Dukungan Provinsi Menguat, Bupati Wajo Bahas Infrastruktur dengan Gubernur Sulsel