BYTENEWS.ID, WAJO – Kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah menjadi tantangan tersendiri bagi sejumlah perangkat daerah, termasuk Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Wajo. Meski menghadapi keterbatasan anggaran dan sarana pendukung, DLH memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas utama.(1/7/2026)

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Wajo, Andi Fakhrul Rijal Burhanuddin, S.TP., M.M., saat berdiskusi dengan sejumlah rekan pers di Wajo.
Dalam kesempatan itu, Andi Fakhrul mengungkapkan bahwa saat ini DLH Kabupaten Wajo sedang diuji untuk tetap memberikan pelayanan terbaik di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang berdampak pada pelaksanaan sejumlah program dan operasional dinas.
Menurutnya, selain keterbatasan anggaran, DLH juga masih menghadapi persoalan minimnya sarana dan prasarana pendukung, seperti armada pengangkut sampah dan fasilitas operasional lainnya yang belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan pelayanan di lapangan.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak akan mengurangi komitmen seluruh jajaran Dinas Lingkungan Hidup dalam menjaga kebersihan lingkungan dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Kami menyadari tantangan yang dihadapi saat ini cukup berat. Namun, dengan semangat kebersamaan, dukungan masyarakat, dan kerja sama semua pihak, kami optimistis pelayanan kebersihan dan pengelolaan lingkungan di Kabupaten Wajo tetap dapat berjalan dengan baik,” ujar Andi Fakhrul.
Ia menjelaskan, berbagai langkah efisiensi internal terus dilakukan agar pelayanan tetap berjalan optimal. Seluruh personel DLH didorong untuk bekerja lebih efektif dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia secara maksimal, tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Selain itu, DLH Kabupaten Wajo juga terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah desa dan kelurahan, organisasi kemasyarakatan, komunitas lingkungan, hingga sektor swasta. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui sejumlah program inovatif, salah satunya Gerakan PISOTA’ (Pilah Sampahta, Olah Sampahta, Tanami Pekaranganta) yang bertujuan membangun budaya masyarakat dalam mengelola sampah sejak dari sumbernya.
Menurut Andi Fakhrul, keberhasilan menjaga kebersihan lingkungan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif seluruh masyarakat.
“Persoalan kebersihan adalah tanggung jawab bersama. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk ikut menjaga lingkungan, membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah dari rumah, serta mendukung berbagai program yang dijalankan pemerintah demi mewujudkan Wajo yang bersih, sehat, dan nyaman,” tambahnya.
DLH Kabupaten Wajo berharap semangat gotong royong dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan dapat menjadi kekuatan utama dalam menghadapi keterbatasan yang ada. Dengan sinergi seluruh elemen, pelayanan kebersihan diyakini tetap dapat berjalan optimal demi mewujudkan Kabupaten Wajo yang bersih, hijau, dan berkelanjutan.
(Cender)