Home / Daerah

Jumat, 25 Juli 2025 - 14:26 WIB

MATA ALAM dan DLH Desak PLN Bertanggung Jawab atas Kebakaran di Depan Kampus Lamaddukkelleng

bytenews.id – Sengkang, 25 Juli 2025 — Kebakaran yang terjadi di area depan Kampus Institut Ilmu Hukum dan Ekonomi (IIHE) Lamaddukkelleng, Kamis siang (24/7), menuai sorotan tajam dari berbagai pihak. Mahasiswa Pencinta Alam Institut Lamaddukkelleng (MATA ALAM) bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Wajo mendesak pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

Kebakaran yang menghanguskan tumpukan sampah kering dan baliho kampus tersebut diduga kuat berasal dari puntung rokok yang membakar tumpukan dahan dan ranting bekas penebangan pohon. Penebangan itu diketahui dilakukan oleh pihak PLN untuk keperluan pemeliharaan jaringan listrik, namun sisa-sisanya tidak dibersihkan dan dibiarkan mengering di pinggir jalan.

Baca Juga  Wajo Tanpa RPPLH: Lingkungan Terancam, Tambang Ilegal Bebas Beraksi, Ketua Bapemperda Soroti Lemahnya Perencanaan Lingkungan

“Kami melihat langsung bagaimana dahan-dahan bekas tebang pohon dibiarkan berserakan selama berminggu-minggu. Ketika kebakaran terjadi, itu bukan lagi sekadar musibah, tapi bukti nyata kelalaian,” tegas salah satu kader MATA ALAM.

MATA ALAM menyebutkan bahwa pihak PLN seharusnya tidak hanya menebang, tetapi juga bertanggung jawab atas pembersihan sisa-sisa pohon tersebut. Mereka menilai kejadian ini bisa dicegah jika prosedur pasca-penebangan dilakukan dengan benar dan segera.

Hal senada disampaikan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Wajo. Dalam keterangannya, DLH menegaskan bahwa penebangan pohon yang menjadi sumber material mudah terbakar tersebut adalah kewenangan PLN, dan pihaknya tidak pernah dilibatkan dalam pelaksanaan ataupun pembersihannya.

“Kami meminta PLN bertanggung jawab penuh atas sisa penebangan pohon tersebut. DLH tidak dilibatkan dalam proses pelaksanaan maupun pembersihan,” ujar Drs. H. Alamsyah M.Si , Kadis DLH saat dikonfirmasi.

Baca Juga  UMKM Wajo Bergerak, Bank dan BPDSulSelbar Menghilang di WARE 2026

Sebagai langkah lanjut, MATA ALAM mendesak adanya pembersihan segera material sisa penebangan serta reboisasi area terdampak.

“Kami bukan hanya menuntut pertanggungjawaban, tapi juga siap bergerak menjaga alam agar kejadian ini tak terulang kembali,” tegas perwakilan MATA ALAM.

Dengan dua suara dari institusi mahasiswa dan pemerintah daerah, tekanan terhadap PLN untuk bertanggung jawab atas insiden ini kian menguat. Semua pihak sepakat bahwa kelalaian dalam mengelola lingkungan bukan hanya membahayakan hari ini, tetapi juga mengancam masa depan.

📝Hardiansyah

Share :

Baca Juga

Daerah

Sinyal Dukungan Provinsi Menguat, Bupati Wajo Bahas Infrastruktur dengan Gubernur Sulsel

Daerah

Bupati Wajo Hadiri Rakor Pemprov Sulsel, Tegaskan Dukungan Arahan Presiden

Daerah

Dewan PKB Amshar Andi Timbang Respons Cepat Bantu Korban Puting Beliung di Pammana

Daerah

Pemkab Wajo Hadiri Rakornas 2026, Prabowo Tekankan Sinergi Pusat–Daerah hingga Swasembada

Daerah

Rilis Reses DPRD Didominasi Keluhan, Keramat Soroti Infokom Dinilai Berat Sebelah ke Pemda

Daerah

Reses Feri Saputra DPRD Wajo di Tadangpalie, Warga Soroti Tanggul Sungai, Infrastruktur, dan UMKM

Daerah

Dari Jalan Tani hingga Bedah Rumah, Aspirasi Warga Bulu Siwa Menggema di Reses Andi Aklam DPRD Wajo

Daerah

Reses DPRD Wajo Dirga , Warga Soroti Belum Optimalnya Layanan PDAM dan Energi