WAJO — BYTENEWS.ID – Atlet biliar Kabupaten Wajo kembali menunjukkan kemampuan terbaiknya. Tampil dalam Open Tournament MH Billiard di Kabupaten Soppeng, tiga atlet yang dikirim Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Wajo berhasil membawa pulang hasil membanggakan.(12/10/2026)
Satu runner-up. Dua lainnya menembus babak delapan besar dan 16 besar.(9-11/10/2026)

Turnamen yang diikuti 128 peserta dari berbagai kabupaten/kota tersebut menjadi ajang penting bagi atlet Wajo untuk menguji kemampuan sekaligus mengasah mental bertanding menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Wajo-Bone 2026.
POBSI Wajo menurunkan tiga atlet dalam kompetisi ini. Mereka adalah Irfan Jaya SRN yang berlaga di kategori senior, serta Rasul Zacky SRN dan Andi Agam DMK dari kategori junior.
Hasilnya cukup menjanjikan. Irfan Jaya sukses melaju hingga partai final dan menempati posisi runner-up. Rasul Zacky berhasil menembus babak delapan besar, sementara Andi Agam DMK mencapai babak 16 besar.
Nama terakhir juga menjadi perhatian karena merupakan salah satu atlet biliar termuda yang dipersiapkan untuk memperkuat Wajo pada Porprov 2026 mendatang.
Ketua POBSI Kabupaten Wajo, Rosman, menyampaikan apresiasi atas perjuangan ketiga atlet tersebut. Menurutnya, keikutsertaan mereka bukan sekadar mengejar gelar juara, tetapi juga bagian dari program training center (TC) POBSI Wajo untuk meningkatkan kualitas permainan dan membangun mental bertanding.
“Alhamdulillah, tiga atlet yang kita turunkan hari ini tidak pulang dengan tangan kosong. Ini menjadi tanda bahwa atlet biliar Kabupaten Wajo, insyaallah, mampu berbicara banyak pada Porprov 2026 mendatang,” ujar Rosman.
Ia optimistis peluang Wajo untuk bersaing terbuka, baik pada kategori senior maupun junior. Persiapan juga diarahkan untuk memperkuat atlet putri agar mampu memberikan hasil terbaik bagi daerah.
“Baik kategori senior, junior maupun atlet putri, insyaallah Wajo siap memborong medali,” tegasnya.
Bagi POBSI Wajo, hasil di Soppeng menjadi modal awal yang patut diperhitungkan. Namun, pekerjaan belum selesai. Pembinaan dan evaluasi tetap diperlukan agar para atlet semakin matang saat menghadapi persaingan di Porprov 2026.
Targetnya jelas: bukan hanya tampil sebagai peserta, tetapi pulang membawa prestasi untuk Kabupaten Wajo.
(CDR)