WAJO — BYTENEWS.ID – Festival Danau Tempe (FDT) 2026 bukan cuma soal panggung, hiburan dan keramaian.
Ada perputaran ekonomi di sana.
Ada pedagang yang membuka lapak, pelaku UMKM yang menjajakan produk, pengusaha kecil yang berharap dagangannya laris, hingga masyarakat yang ikut merasakan ramainya aktivitas ekonomi selama festival berlangsung.6/10/2025)
Di balik semaraknya FDT yang dipusatkan di Lapangan Merdeka Sengkang selama 13 hari, terdapat dukungan dari H. Andi Iwan Darmawan Aras, S.E., M.Si., Wakil Ketua Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra sekaligus Ketua KADIN Sulawesi Selatan.
Dukungan penuh itu ikut mendorong kemeriahan pelaksanaan Festival Danau Tempe.
Bukan tanpa alasan.
Menurut Andi Iwan Aras, kegiatan seperti FDT dapat menjadi ruang bertemunya masyarakat, pelaku usaha dan wisatawan sekaligus membuka peluang bagi UMKM untuk mendapatkan pasar yang lebih luas.
Ketika ribuan orang berkumpul, aktivitas ekonomi ikut bergerak.
Pedagang mendapat pembeli.
UMKM mendapat ruang promosi.
Jasa transportasi ikut bergerak.
Pelaku usaha kecil mendapat kesempatan menambah pendapatan.
Sederhana, tetapi efeknya terasa di lapangan.
Dukungan tersebut juga menjadi bagian dari kepedulian terhadap daerah, khususnya bagaimana sebuah kegiatan publik dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat Wajo.
Festival Danau Tempe yang berlangsung selama 13 hari di Lapangan Merdeka Sengkang memberikan ruang yang cukup panjang bagi pelaku UMKM dan masyarakat untuk mengambil bagian dalam aktivitas ekonomi selama festival berlangsung.
Bagi Andi Iwan Aras, Wajo bukan sekadar daerah tempat sebuah festival digelar.
Ada masyarakat yang harus mendapatkan manfaat.
Ada pelaku UMKM yang perlu diberi ruang.
Dan ada potensi ekonomi lokal yang harus terus digerakkan.
Dukungan penuh tersebut menjadi salah satu bentuk keterlibatan dunia usaha dan tokoh daerah dalam membantu kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Apalagi FDT membawa nama Wajo melalui budaya, pariwisata, ekonomi kreatif dan produk lokal.
13 hari bukan waktu yang singkat.
Selama itu pula Lapangan Merdeka Sengkang menjadi titik berkumpul masyarakat dan pusat aktivitas ekonomi dalam rangkaian festival.
Di situlah harapan besarnya.
FDT bukan hanya ramai ketika artis tampil atau panggung menyala, tetapi bagaimana keramaian tersebut ikut mengalir ke kantong masyarakat kecil yang menggantungkan pendapatan dari aktivitas perdagangan dan UMKM.
Andi Iwan Aras pun disebut menjadi salah satu pihak yang ikut mengambil bagian dalam upaya tersebut melalui dukungan CSR untuk pelaksanaan FDT 2026.
Demi Wajo. Demi UMKM. Demi perputaran ekonomi masyarakat.
Festival akhirnya boleh selesai.
Namun, harapannya, uang yang berputar selama 13 hari itu tidak berhenti sebagai angka transaksi, melainkan menjadi tambahan pendapatan yang benar-benar dirasakan masyarakat.
BYTENEWS.ID | WAJO
Festival selesai, ekonomi masyarakat diharapkan tetap bergerak.
(CDR)