WAJO, BYTENEWS.ID – Anggaran ratusan juta rupiah sudah dialokasikan. Namun, progres revitalisasi lapangan gateball di depan Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Wajo justru memunculkan tanda tanya besar.(15/10/2026)
Proyek senilai Rp470.866.157 yang dikerjakan CV Lima Empat Satu dilaporkan belum mencapai 50 persen berdasarkan hasil pemantauan di lapangan. Padahal, pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) disebut tinggal sekitar 25 hari lagi.
Ini bukan persoalan sepele.
Kontraktor semestinya memahami bahwa pekerjaan yang berkaitan dengan kesiapan fasilitas olahraga memiliki target waktu yang harus diperhitungkan sejak awal. Ketika tenggat semakin dekat sementara progres fisik masih tertinggal, wajar jika publik mempertanyakan keseriusan pelaksana dalam mengelola pekerjaan tersebut.
Anggaran Besar, Progres Justru Tertinggal
Hasil pemantauan di lokasi menunjukkan sejumlah material telah tersedia. Namun, keberadaan material saja tidak cukup untuk membuktikan bahwa proyek berjalan sesuai target. Yang dibutuhkan adalah kemajuan fisik yang terukur, jumlah tenaga kerja yang memadai, serta strategi percepatan yang jelas.
CV Lima Empat Satu kini dituntut membuktikan kemampuannya menyelesaikan pekerjaan sesuai kontrak.
Jangan sampai waktu terus berjalan, tetapi pekerjaan justru dikebut pada penghujung masa pelaksanaan. Sebab, mengejar keterlambatan dalam waktu singkat berpotensi menimbulkan persoalan baru apabila tidak dibarengi pengawasan dan pengendalian mutu yang ketat.
Pertanyaannya sederhana: apa langkah konkret kontraktor untuk mengejar ketertinggalan progres yang dilaporkan belum mencapai 50 persen tersebut?
Publik berhak mendapatkan penjelasan.
Penggunaan Semen Rajawali Ikut Menjadi Sorotan
Persoalan lain yang mencuat adalah penggunaan semen merek Rajawali di lokasi proyek. Material tersebut menjadi perhatian dalam pemantauan lapangan, terutama terkait kesesuaian dengan spesifikasi teknis dan jaminan mutu pekerjaan.
Namun, penilaian terhadap kualitas semen tidak semestinya hanya didasarkan pada mereknya. Kontraktor harus mampu menunjukkan bahwa material yang digunakan sesuai dokumen kontrak dan memenuhi persyaratan teknis yang berlaku.
Jika terdapat keraguan, pengawas pekerjaan dan instansi terkait perlu melakukan pemeriksaan serta pengujian yang diperlukan.
Kontraktor jangan hanya berbicara soal penyelesaian tepat waktu. Mutu hasil pekerjaan juga merupakan tanggung jawab yang tidak bisa ditawar.
Kabid Dispora Minta Kontraktor Tambah Tenaga Kerja
Dikonfirmasi mengenai kondisi proyek tersebut, Kabid Pemuda dan Olahraga Dispora Wajo, H. Asrijal, menjelaskan bahwa pihak kontraktor seharusnya mempercepat pekerjaan dengan menambah armada dan tenaga kerja.
Ia juga menekankan pentingnya perbaikan mutu pekerjaan.
Pernyataan ini mempertegas bahwa percepatan harus segera dilakukan. Namun, desakan tersebut juga perlu diikuti langkah pengawasan yang terukur, bukan sekadar berharap kontraktor mampu menyelesaikan pekerjaan sebelum tenggat.
Dengan sisa waktu yang disebut sekitar 25 hari, pihak terkait perlu memastikan berapa progres aktual proyek, berapa tenaga kerja yang dikerahkan, serta bagaimana rencana penyelesaian setiap bagian pekerjaan.
Jangan Jadikan Porprov Alasan untuk Mengorbankan Mutu
Kontraktor Diminta Segera Tambah Tenaga Kerja dan Material
Dengan jadwal pertandingan Porprov yang telah dimulai pada 7 November 2026, percepatan pekerjaan revitalisasi lapangan gateball menjadi kebutuhan mendesak. Lapangan tersebut harus sudah siap dan dapat difungsikan sebelum pertandingan berlangsung, bukan justru masih berkutat dengan pekerjaan yang belum rampung ketika agenda olahraga provinsi dimulai.
CV Lima Empat Satu perlu segera menambah jumlah tenaga kerja sekaligus memastikan ketersediaan material yang dibutuhkan. Tidak cukup hanya mengandalkan material yang sudah berada di lokasi jika jumlah pekerja dan kecepatan pelaksanaan belum mampu mengejar target penyelesaian.
Waktu semakin sempit. Kontraktor harus memiliki langkah percepatan yang jelas dan terukur, termasuk menambah tenaga kerja, memperlancar pasokan material, serta memastikan setiap tahapan pekerjaan tetap memenuhi standar teknis.
Jangan sampai lapangan belum siap ketika pertandingan sudah dimulai. Kondisi seperti itu tentu akan memunculkan pertanyaan mengenai perencanaan, pengendalian waktu, dan pengawasan proyek bernilai Rp470.866.157 tersebut.
Pihak Dispora Wajo dan pengawas teknis juga perlu memastikan progres pekerjaan dipantau secara berkala. Jika ditemukan keterlambatan, langkah penanganan harus segera dilakukan sesuai ketentuan kontrak, tanpa mengorbankan mutu demi mengejar tenggat.
Sebab, yang dipertaruhkan bukan hanya penyelesaian proyek, tetapi juga kesiapan fasilitas olahraga yang akan digunakan dalam agenda Porprov. Publik berhak berharap anggaran yang telah dialokasikan menghasilkan fasilitas yang layak, aman, dan siap digunakan tepat waktu.
CV Lima Empat Satu perlu menjelaskan kondisi pekerjaan secara terbuka. Jika progres memang tertinggal, kontraktor harus menunjukkan rencana percepatan yang realistis dan dapat dievaluasi setiap hari.
Pihak Dispora dan pengawas teknis pun tidak boleh pasif. Evaluasi lapangan perlu dilakukan secara berkala, terutama untuk memastikan kesesuaian pekerjaan dengan kontrak, spesifikasi material, dan jadwal pelaksanaan.
Sebab, proyek pemerintah bukan sekadar urusan menyelesaikan bangunan sebelum tenggat. Ada uang publik yang harus dipertanggungjawabkan, ada kualitas fasilitas yang harus dijaga, dan ada kepentingan olahraga daerah yang tidak boleh dipermainkan oleh buruknya perencanaan maupun pelaksanaan.
Jangan sampai anggaran sudah terserap, tetapi hasil pekerjaan justru mengecewakan.
Porprov semakin dekat. Waktu semakin sempit. Kini, CV Lima Empat Satu harus membuktikan bahwa proyek ini masih dapat diselesaikan sesuai kontrak tanpa mengorbankan mutu.
Redaksi BYTENEWS.ID membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi CV Lima Empat Satu, serta pihak pengawas proyek terkait progres aktual, spesifikasi material, dan target penyelesaian pekerjaan.
(Hardiansyah)