Home / Daerah / DPR

Sabtu, 25 April 2026 - 10:12 WIB

Proyek Wisata Bangsalae Diduga Jadi Temuan, Komisi IV DPRD Wajo Disorot Soal Pengawasan

WAJO, BYTENEWS.ID — Proyek pembangunan destinasi wisata Bangsalae di Kabupaten Wajo kembali menjadi sorotan publik setelah muncul dugaan temuan dalam pelaksanaan proyek tersebut. Persoalan ini kini menyeret perhatian terhadap fungsi pengawasan Komisi IV DPRD Wajo.(25/04/2026)

Anggota Komisi IV DPRD Wajo dari Fraksi PKB, Ferri Surachmat, saat dikonfirmasi membenarkan bahwa persoalan proyek Bangsalae memang telah masuk dalam pembahasan di lingkup komisinya.

Namun demikian, ia mengaku belum dapat mengambil langkah lebih jauh karena masih menunggu arahan pimpinan komisi.

“Benar, ini ada di Komisi kami. Saya pribadi sangat ingin kasus ini segera dibahas, tetapi sampai sekarang belum ada instruksi. Kalau belum ada persetujuan dari Ketua Komisi, tentu belum bisa dibahas secara resmi. Kita tunggu instruksi Ketua Komisi,” ungkap Ferri.

Baca Juga  Mahasiswa Desak Usut Dugaan Pengadaan Alkes Ilegal di RSUD Siwa, Siap Gelar Aksi Nasional

Aktivis Soroti Kinerja Pengawasan Komisi IV

Di sisi lain, kritik keras datang dari kalangan aktivis. Ketua Kesatuan Rakyat Menggugat (KERAMAT), Herianto Ardi, menilai Komisi IV DPRD Wajo kurang sigap dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap pembangunan daerah.

Menurutnya, lemahnya pengawasan bukan hanya terjadi pada proyek Bangsalae, tetapi juga pada sejumlah proyek strategis lainnya.

“Di pemerintahan ini Komisi IV terlihat kurang sigap mengawasi kegiatan pembangunan. Buktinya, kami pernah melakukan aspirasi terkait pembangunan gedung Cathlab di RSUD Maddukelleng, tetapi sampai sekarang tidak pernah ada pembahasan serius. Ada apa Komisi IV, kenapa seperti tertidur dari fungsi pengawasannya?” tegas Herianto.

Sudah Dimonitor BPK dan Pansus Anggaran

Secara terpisah, proyek Bangsalae disebut telah menjadi perhatian khusus karena telah dimonitor oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) serta Tim Panitia Khusus (Pansus) Anggaran DPRD Wajo tahun 2025.

Baca Juga  Tunjukkan Kerja Nyata, Legislator Wajo Taqwa Gaffar: Saya Bukan Konten Kreator

Sejumlah pihak menilai persoalan yang muncul menjadi indikasi lemahnya pengawasan terhadap progres pembangunan di lapangan.

Minimnya monitoring dinilai membuka ruang bagi pihak rekanan untuk bekerja tanpa kontrol maksimal, bahkan diduga hanya mengejar keuntungan pribadi tanpa memperhatikan kualitas pembangunan.

“Kasus Bangsalae harus menjadi perhatian serius. Ini menunjukkan adanya kelalaian dalam pengawasan dan monitoring proyek sehingga pelaksana pekerjaan terkesan bebas menjalankan pembangunan tanpa kontrol ketat,” ujar Keramat.

Publik kini menunggu langkah konkret DPRD Wajo, khususnya Komisi IV, untuk segera melakukan pembahasan resmi serta memastikan proyek pembangunan destinasi wisata tersebut berjalan sesuai aturan dan tidak merugikan keuangan daerah.

penulis : Hardiansyah

Share :

Baca Juga

DPR

RDP KOMISI I DPRD Wajo Ungkap Polemik Gaji PPPK Paruh Waktu, BKPSDM Tegaskan DPA Guru dan Tendik Ada di Dinas Pendidikan

Daerah

Gaji PPPK PW Baru Cair 3 Bulan, Guru Singgung “Umroh”, Komisi I DPRD Wajo Siap Kawal

Daerah

Kades Botto Diduga Hapus Nama Warga Penerima dari Daftar Bantuan Bedah Rumah, Warga Pertanyakan Transparansi

Daerah

KERAMAT Resmi Laporkan Dugaan Pengelolaan Iuran PGRI Wajo ke Kejaksaan

Daerah

Survei Gas Alam di Wajo Picu Penolakan, KERAMAT Soroti Desa Tua dan Desa Balielo: Jangan Sampai Terulang Tragedi Lumpur Lapindo

Daerah

Bupati Andi Rosman Tegaskan Peran KEMAWA, Perkuat Persatuan Warga Wajo di Perantauan

Daerah

Kadis DLH Wajo Ambil Alih RTH Calaccu! Lapak Parkiran Dipastikan Dibongkar, Pasar Pagi UMKM Segera Hadir

Daerah

Bupati Barru Buka Suara! Dipanggil Kejati Sulsel Terkait Kasus Bibit Nanas, Statusnya Hanya Saksi