bytenews.id – WAJO — Polemik bantuan sosial kembali mencuat di wilayah Kabupaten Wajo. Kepala Desa Botto, Kecamatan Takalalla, diduga menghapus nama salah satu penerima bantuan dari daftar penerima bantuan bedah rumah pemerintah.(20/4/2026)
Informasi ini disampaikan warga setempat yang menilai proses penentuan penerima bantuan tidak transparan dan terkesan diskriminatif.
Seorang warga menyebutkan bahwa rumah milik bernama Jufe sebelumnya telah melalui proses pendataan resmi.
“Awalnya rumah Jufe sudah difoto dan diukur oleh tim pendata untuk bantuan bedah rumah. Semua persyaratan katanya sudah lengkap, tapi tiba-tiba berkasnya tidak ditandatangani oleh pak desa,” ungkap warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Menurut keterangan warga, nama Jufe justru tidak masuk dalam daftar akhir penerima bantuan. Warga menduga bantuan lebih banyak diberikan kepada masyarakat yang dianggap mampu secara ekonomi.
“Yang masuk malah orang kaya yang kena kebakaran. Ini yang jadi pertanyaan masyarakat,” lanjutnya.
Kasus ini semakin menjadi sorotan karena kepala desa tersebut disebut memiliki hubungan keluarga dengan salah satu anggota DPRD Wajo, sehingga masyarakat meminta adanya pengawasan dari pemerintah kabupaten maupun aparat penegak hukum agar proses bantuan sosial berjalan adil.
Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan melakukan verifikasi ulang data penerima bantuan bedah rumah guna memastikan hak Warga benar-benar tersalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Desa Botto belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan tersebut.
penulis : Cender









