Home / Daerah / Nasional

Rabu, 15 April 2026 - 05:15 WIB

Guru di Wajo Soroti Pembayaran PGRI Rp400 Ribu, Harap Ada Penjelasan Resmi Pengurus

WAJO, bytenews.id — Kebijakan Pembayaran kegiatan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) untuk agenda organisasi di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) menjadi perbincangan di kalangan tenaga pendidik di Kabupaten Wajo.(15/04/2026)

Informasi yang beredar di lingkungan guru menyebutkan, peserta kegiatan dikenakan iuran sebesar Rp400 ribu per orang. Pembayaran tersebut disebut berlaku bagi berbagai status tenaga pendidik, mulai dari guru PNS, PPPK, PPPK paruh waktu, hingga sebagian tenaga honorer.

Jumlah guru PNS di Kabupaten Wajo diperkirakan mencapai sekitar 4.000 orang, sehingga kegiatan organisasi tersebut melibatkan peserta dalam jumlah besar.

Baca Juga  Jurist Tan Jadi Buron, Kejagung Masih Buru Tersangka Korupsi Laptop Kemendikbudristek

Sejumlah guru menilai perlu adanya penjelasan lebih rinci terkait manfaat yang diterima peserta kegiatan. Berdasarkan informasi yang dihimpun, peserta memperoleh sepasang pakaian olahraga yang ditaksir bernilai sekitar Rp180 ribu.

Perbandingan kemudian muncul karena pada kegiatan sebelumnya di Kab.Bantaeng pembayaran disebut berada di angka Rp200 ribu, dengan fasilitas pakaian olahraga serta kontribusi sumbangan kegiatan organisasi.

Selain pembayaran kegiatan, para guru juga diketahui tetap membayar iuran rutin organisasi sebesar Rp15 ribu per bulan sesuai ketentuan keanggotaan PGRI.

Beberapa tenaga pendidik berharap pihak penyelenggara dapat memberikan penjelasan resmi dan transparan mengenai:

Baca Juga  Perda Diinjak, UMKM Tersingkir: Koalisi Aksi Mahasiswa Wajo Tuntut Pemda Penertiban Toko Modern

dasar penetapan besaran iuran,

rincian penggunaan anggaran kegiatan, serta

mekanisme partisipasi bagi guru non-ASN.

Pengamat pendidikan lokal menilai keterbukaan informasi penting untuk menghindari kesalahpahaman di tengah masyarakat serta menjaga kepercayaan publik terhadap organisasi profesi guru.

Hingga berita ini ditayangkan, kegiatan tersebut dipahami sebagai agenda internal organisasi. Pihak guru berharap komunikasi terbuka antara pengurus organisasi dan anggota dapat menjaga suasana kondusif serta mencegah munculnya persepsi yang keliru di ruang publik.

(Redaksi bytenews.id)

penulis : Cender

Share :

Baca Juga

Daerah

Bupati Andi Rosman Tegaskan Peran KEMAWA, Perkuat Persatuan Warga Wajo di Perantauan

Daerah

Kadis DLH Wajo Ambil Alih RTH Calaccu! Lapak Parkiran Dipastikan Dibongkar, Pasar Pagi UMKM Segera Hadir

Nasional

Kasus “Nanas Berduri” Makin Panas! Mantan Pimpinan DPRD Kompak Mengaku Tak Pernah Bahas Anggaran Bibit Nanas

Nasional

KPK Bongkar Jalur Gelap Uang Korupsi: Mengalir ke Wanita Simpanan Lewat Skema Pencucian Uang

Daerah

Bupati Barru Buka Suara! Dipanggil Kejati Sulsel Terkait Kasus Bibit Nanas, Statusnya Hanya Saksi

Daerah

Tak Perlu Lagi ke Parepare! Wabup Wajo Jemput Layanan Paspor Masuk Mal Pelayanan Publik

Daerah

Danau Tempe Jadi Sorotan Dunia! Program Adaptasi Iklim Internasional Masuk Wajo, Bupati Andi Rosman Siapkan Gerakan Besar

Daerah

Australia Turun Tangan di Danau Tempe! Wajo Jadi Lokasi Proyek Teknologi Pemantau Air Berbasis Satelit, Bupati Andi Rosman Manfaatnya Untuk Masyarakat