Home / Daerah

Minggu, 5 April 2026 - 05:54 WIB

DLH Wajo Proyeksikan Transformasi Pengelolaan Lingkungan Berbasis Kolaborasi di Bawah Kepemimpinan Andi Fakhrul Rijal

bytenews.id -WAJO, INDONESIA — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Wajo diproyeksikan memasuki fase transformasi baru di bawah kepemimpinan Andi Fakhrul Rijal Burhanuddin, birokrat yang dikenal membawa pendekatan inovatif dan kolaboratif dalam tata kelola lingkungan daerah.(5/4/2026)

Lahir di Makassar, 5 Oktober 1978, Andi Fakhrul Rijal menempatkan filosofi kerja berbasis proses sebagai landasan utama kepemimpinannya. Dengan motto “Tujuan bukan yang utama, tetapi yang utama adalah proses mencapai tujuan tersebut,” ia menekankan pentingnya kebijakan yang terukur, partisipatif, dan berkelanjutan.

Pendekatan tersebut dinilai relevan menghadapi tantangan pengelolaan sampah dan lingkungan di tingkat daerah, terutama dalam membangun sistem yang tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga pada partisipasi aktif masyarakat dan sektor swasta.

Karier Birokrasi Berjenjang

Perjalanan kariernya dimulai dari posisi tenaga honorer di Kelurahan Doping, kemudian berlanjut sebagai staf di Dinas Tata Ruang, Kebersihan dan Pasar. Ia juga pernah menjabat Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban di Kelurahan Ballere sebelum dipercaya mengemban sejumlah posisi strategis, di antaranya Sekretaris BPBD, Camat Penrang, hingga Camat Tempe.

Baca Juga  BOCA JUNIOR & CULIK FAMILY GELAR OPEN ROAD RACE DI WAJO, SULAWESI SELATAN

Pengalaman lintas sektor tersebut menjadi modal penting dalam merancang kebijakan lingkungan yang tidak berdiri sendiri, melainkan terintegrasi dengan aspek sosial, ekonomi, dan pembangunan wilayah.

Rekam Jejak Inovasi Lingkungan

Saat menjabat Lurah Bulu Pabbu, Andi Fakhrul Rijal dikenal berhasil mengembangkan sistem pengelolaan sampah berbasis kelurahan melalui pendekatan swadaya masyarakat. Program tersebut mendorong pembiayaan operasional mandiri sekaligus menghidupkan kembali budaya gotong royong rutin warga.

Inisiatif lorong garden yang dirintisnya juga menjadi contoh penataan lingkungan berbasis komunitas, menempatkan masyarakat sebagai aktor utama dalam menjaga kebersihan dan estetika wilayah permukiman.

Pendekatan pembangunan sosial turut diperkuat melalui layanan kesehatan gratis rutin, penguatan kelembagaan masyarakat, serta pembinaan kepemudaan dan keagamaan—model kolaboratif yang diperkirakan akan menjadi pola kerja DLH Wajo ke depan dalam membangun kesadaran ekologis publik.

Integrasi Lingkungan dan Ekonomi

Saat memimpin Kecamatan Penrang, ia memperkenalkan program mina padi dan pengembangan sawah terpadu, sebuah inovasi yang mengintegrasikan sektor lingkungan dengan peningkatan ekonomi masyarakat. Program tersebut menunjukkan pendekatan pembangunan berkelanjutan yang menggabungkan konservasi lingkungan dengan produktivitas pertanian.

Baca Juga  Perputaran Uang Judi Online Capai Rp1.200 Triliun, Ekonom: Jika Legalkan Kasino, Utang Negara Bisa Lunas

Dorong Tanggung Jawab Sektor Swasta

Di tingkat kabupaten, salah satu kebijakan awal yang diproyeksikan diperluas adalah mendorong pengembang perumahan mengelola limbah dan sampah secara mandiri. Langkah ini dinilai strategis untuk mengurangi beban pemerintah daerah sekaligus memperkuat tanggung jawab lingkungan sektor swasta.

Kepemimpinan Berbasis Jejaring Sosial

Selain pengalaman birokrasi, Andi Fakhrul Rijal memiliki rekam jejak organisasi sebagai Ketua KNPI Wajo periode 2013–2019 serta Ketua Umum Barisan Muda Wajo. Pengalaman tersebut membentuk kapasitas kepemimpinan yang menekankan mobilisasi partisipasi publik dan kolaborasi multipihak.

Menuju Model Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan

Ke depan, DLH Kabupaten Wajo diproyeksikan menitikberatkan pada penguatan sistem pengelolaan sampah terpadu, peningkatan kesadaran masyarakat, serta kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan dunia usaha.

Dengan pendekatan tersebut, Kabupaten Wajo diharapkan mampu berkembang menjadi salah satu daerah percontohan pengelolaan lingkungan yang inovatif dan berkelanjutan di Sulawesi Selatan, sejalan dengan agenda pembangunan lingkungan global yang menempatkan masyarakat sebagai pusat perubahan.

penulis : Cender

Share :

Baca Juga

Daerah

Komisi lll DPRD Wajo Mulai Bongkar Dugaan Proyek Siluman Rabat Beton Jalan Kota Baru

Daerah

Kabid PSU Tarkim Wajo Bungkam Soal Proyek Rabat Beton Sabbangparu Diduga Cacat Prosedur

Daerah

RR Bantah Isu Lahan Pribadi pada Proyek Rabat Beton Sabbangparu, Tegaskan Tanah Diserahkan untuk Fasilitas Umum

Daerah

Rabat Beton Diduga Masuk Lahan Pribadi Oknum Dewan, Warga: “Sapi Saja Ikut Protes”

Daerah

DLH Wajo Gandeng Developer, Kadis Lingkungan Hidup: Ledakan Perumahan Harus Diimbangi Pengelolaan Sampah

Daerah

Isu Gaji Tak Seragam dan THR Petugas Mencuat, Pengurus Masjid Raya Beri Klarifikasi Soal Dana dan Utang Renovasi

Daerah

DLH “Kunci” Rekomendasi UKL-UPL, Developer Perumahan Wajib Kelola Sampah Mandiri

Daerah

SKK Migas Road Show di Wajo, Organisasi Pers JOIN Terima Bantuan Bapokting