bytenews.id – WAJO — Anggota DPRD Kabupaten Wajo, Taqwa Gaffar bersama Andi Bayuni Marzuki, merespons kerusakan jembatan gantung di Kecamatan Tempe dengan langkah konkret di tingkat teknis dan kelembagaan.
Jembatan gantung yang berada di atas Sungai Walanae tersebut menghubungkan Tokampu, Kelurahan Siengkang, dengan Tonronge, Kelurahan Wiringpalenae. Infrastruktur itu mengalami kerusakan pada struktur bawah atau pondasi akibat tergerus arus sungai.
Jembatan tersebut selama ini menjadi akses vital warga karena berfungsi sebagai jalur pintas aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat setempat.
Menyikapi kondisi itu, kedua legislator dari Daerah Pemilihan Kecamatan Tempe mendatangi Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan–Jeneberang di Makassar, Senin (26/1), untuk mendorong penanganan teknis segera.
“Saya tidak datang ke lokasi lalu foto-foto dan unggah ke media sosial. Karena saya bukan konten kreator,” kata Taqwa Gaffar, Selasa (27/1).
Menurut Taqwa, yang terpenting adalah memastikan penanganan dilakukan oleh instansi yang berwenang.
“Kami datang langsung ke BBWS karena bagi saya yang utama adalah solusi dan penanganannya,” ujarnya.
Rombongan DPRD Wajo diterima langsung Kepala Bidang PJTA BBWS Pompengan–Jeneberang, Hayatuddin Tuasikal. Dalam pertemuan tersebut, Taqwa menjelaskan bahwa BBWS memiliki kewenangan karena kerusakan terjadi pada pondasi jembatan yang berada di tepi sungai.
“BBWS adalah unit pelaksana teknis di bawah Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR yang bertanggung jawab atas pengendalian daya rusak air. Jadi kerusakan ini masuk ranah mereka,” jelasnya.
Hasilnya, BBWS Pompengan–Jeneberang menyatakan akan segera menurunkan tim teknis untuk meninjau langsung kondisi jembatan guna menentukan langkah penanganan.
Tak berhenti di situ, Komisi III DPRD Wajo juga berencana melanjutkan koordinasi ke Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Selatan, yang berada di bawah Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR.
“Kami akan mengusulkan penanganan struktur jembatannya ke BPJN. Selain itu, kami juga berencana meminta penguatan ke Kementerian PUPR melalui Andi Iwan Aras,” ungkap Taqwa.
Ia menegaskan, seluruh rangkaian langkah tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab sebagai wakil rakyat, khususnya bagi masyarakat Kecamatan Tempe.
“Begitulah proses kerja kami. Bekerja di dunia nyata, bukan di dunia maya,” pungkas legislator yang akrab disapa TG itu.
penulis : Cender









