BYTENEWS.ID, WAJO – Upaya membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan terus diperkuat oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Wajo. Salah satunya melalui kolaborasi dengan organisasi kepemudaan yang dinilai memiliki peran strategis dalam menggerakkan perubahan di tengah masyarakat.(3/5/2026)
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Wajo, Andi Fakhrul Rijal Burhanuddin, S.TP., M.M., menggelar pertemuan dengan Ketua Karang Taruna Kabupaten Wajo, Amran, S.Sos., M.Si., guna membahas berbagai isu lingkungan yang menjadi perhatian bersama, khususnya pengelolaan sampah, kebersihan lingkungan, serta peningkatan partisipasi generasi muda dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Dalam suasana penuh semangat kebersamaan, kedua pihak sepakat bahwa generasi muda memiliki posisi penting dalam membangun budaya peduli lingkungan dan mendorong perubahan perilaku masyarakat menuju pola hidup yang lebih bersih dan sehat.
Kepala DLH Wajo, Andi Fakhrul Rijal Burhanuddin, menegaskan bahwa tantangan lingkungan saat ini tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kepemudaan seperti Karang Taruna.
“Pemuda merupakan agen perubahan yang memiliki energi, kreativitas, dan pengaruh besar di tengah masyarakat. Karena itu, kami ingin membangun kolaborasi yang kuat dengan Karang Taruna agar berbagai program lingkungan dapat berjalan lebih efektif dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi kepemudaan menjadi langkah penting dalam menciptakan gerakan lingkungan yang berkelanjutan. Melalui kerja sama tersebut, diharapkan lahir berbagai inovasi dan kegiatan nyata yang mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kabupaten Wajo, Amran, menyambut baik ajakan kolaborasi tersebut dan menyatakan kesiapan organisasinya untuk menjadi mitra aktif DLH dalam mendukung berbagai program lingkungan hidup.
“Karang Taruna siap mengambil peran dalam kegiatan sosial dan lingkungan, mulai dari edukasi pengelolaan sampah, kerja bakti, penghijauan, hingga kampanye kesadaran lingkungan di tingkat desa dan kelurahan,” katanya.
Salah satu program yang menjadi fokus pembahasan dalam pertemuan tersebut adalah Gerakan PISOTA’ (Pilah Sampahta, Olah Sampahta, Tanami Pekaranganta), sebuah inovasi yang digagas DLH Kabupaten Wajo untuk mendorong masyarakat melakukan pemilahan sampah dari rumah tangga, mengolah sampah bernilai ekonomis, serta memanfaatkan pekarangan sebagai ruang hijau produktif.
Melalui Gerakan PISOTA’, DLH dan Karang Taruna berharap dapat membangun budaya baru di tengah masyarakat yang lebih peduli terhadap lingkungan sekaligus mendukung upaya pengurangan volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir.
Pertemuan tersebut menjadi langkah awal dalam memperkuat sinergi antara Dinas Lingkungan Hidup dan Karang Taruna Kabupaten Wajo. Ke depan, kedua pihak berkomitmen untuk melaksanakan berbagai program kolaboratif yang melibatkan masyarakat secara langsung demi mewujudkan Kabupaten Wajo yang bersih, asri, sehat, dan berkelanjutan.
Kolaborasi ini juga diharapkan mampu menjadi contoh bahwa kepedulian terhadap lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan gerakan bersama yang membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda sebagai penerus pembangunan daerah.
(Cender)