WAJO, BYTENEWS.ID — Sejumlah pasien gangguan kesehatan mental di Kabupaten Wajo mengeluhkan pelayanan di Poli Jiwa RSUD Maddukelleng, khususnya terkait ketersediaan obat bagi peserta BPJS Kesehatan kategori tidak mampu.
Keluhan datang dari beberapa pasien yang menderita anxiety disorder dan insomnia kronis. Mereka mengaku selama dua bulan terakhir tidak lagi mendapatkan obat dari rumah sakit dan diarahkan membeli obat secara mandiri di apotek luar.
Salah satu pasien yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan bahwa kondisi tersebut baru terjadi setelah pergantian dokter di Poli Jiwa.
“Tahun lalu kami berobat tidak pernah beli obat. Tapi tahun ini sudah dua bulan obat selalu kosong. Kami disarankan dokter beli di apotek dekat rumah sakit,” ujarnya kepada wartawan bytenews, Selasa (29/4/2026).
Pasien tersebut mengatakan harga obat yang harus dibeli cukup memberatkan bagi masyarakat kurang mampu.
“Harga obatnya sekitar Rp200 ribu sampai Rp456 ribu. Uang makan sehari-hari saja kami susah, apalagi harus beli obat sendiri. Kasihan masyarakat miskin,” keluhnya.
Menurutnya, sebagian besar pasien Poli Jiwa merupakan warga dengan keterbatasan ekonomi yang hanya mengandalkan kartu BPJS KIS untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.
Keluhan ini menimbulkan kekhawatiran karena pasien gangguan mental membutuhkan terapi obat secara rutin dan tidak boleh terputus. Ketidaktersediaan obat dinilai berpotensi memperburuk kondisi kesehatan pasien.
Hingga berita ini diterbitkan, Direktur RSUD Maddukelleng belum memberikan konfirmasi resmi meski telah dihubungi oleh wartawan bytenews.
Masyarakat berharap Komisi IV DPRD Wajo maupun Pemerintah Kabupaten Wajo segera turun tangan untuk menindaklanjuti persoalan tersebut agar pelayanan kesehatan bagi warga kurang mampu tetap terjamin.
Pasien berharap rumah sakit dapat memastikan ketersediaan obat, terutama bagi pasien BPJS yang sangat bergantung pada layanan fasilitas kesehatan pemerintah.
“Harapan kami sederhana, pak. Kami hanya ingin berobat tanpa harus memikirkan biaya obat yang mahal,” tutupnya.
penulis : Cender



















