BYTENEWS.ID-WAJO — Sebuah bentuk apresiasi unik dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Wajo. Kepala DLH Wajo, Andi Fakhrul Rijal B, memberikan hadiah berupa piso dapur kepada salah satu konsultan lingkungan saat berlangsung pembahasan dokumen lingkungan.(22/8/2026)
Pemberian piso dapur tersebut merupakan bentuk apresiasi karena konsultan lingkungan itu telah memasukkan program Gerakan PISOTA’ ke dalam dokumen UKL-UPL salah satu perumahan milik developer.
Bagi DLH Kabupaten Wajo, langkah tersebut menjadi bentuk dukungan nyata terhadap upaya pengelolaan sampah sejak dari sumbernya, khususnya melalui penerapan konsep PISOTA’ — Pilah Sampahta, Olah Sampahta, Tanami Pekaranganta.
Bukan Sekadar Hadiah
Piso dapur yang diberikan tersebut bukan sekadar hadiah, tetapi menjadi simbol dari Gerakan PISOTA’.
Piso digunakan setiap hari di dapur, tempat berbagai jenis sampah makanan dan sampah rumah tangga dihasilkan. Karena itu, DLH Wajo ingin mendorong masyarakat agar gerakan memilah dan mengolah sampah dimulai dari lingkungan paling dekat, yakni dari dapur masing-masing.
Kadis DLH Wajo, Andi Fakhrul Rijal B, mengapresiasi konsultan lingkungan yang telah memasukkan program PISOTA’ ke dalam dokumen UKL-UPL perumahan.
“PISOTA’ harus masuk dalam perencanaan pembangunan. Kita ingin pengelolaan sampah dimulai dari sumbernya, termasuk dari lingkungan perumahan,” ujar Andi Fakhrul Rijal B.
Menurutnya, pengelolaan sampah seharusnya tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Para pelaku usaha, developer, konsultan lingkungan dan masyarakat juga memiliki peran penting dalam memastikan sistem pengelolaan sampah berjalan sejak dari sumbernya.
Dorong Developer Terapkan Pengelolaan Sampah
Andi Fakhrul berharap langkah tersebut dapat diikuti oleh konsultan lingkungan dan developer lainnya di Kabupaten Wajo.
Menurutnya, pembangunan kawasan perumahan tidak cukup hanya memperhatikan aspek fisik bangunan dan infrastruktur, tetapi juga harus memikirkan sistem pengelolaan lingkungan, termasuk pengelolaan sampah.
“Harapannya, konsultan lingkungan dan developer lainnya juga memasukkan konsep PISOTA’ dalam setiap perencanaan pembangunan perumahan. Jadi sejak awal sudah ada sistem pengelolaan sampah yang baik,” katanya.
Penerapan PISOTA’ di lingkungan perumahan diharapkan dapat membangun kebiasaan masyarakat untuk memilah sampah, mengolah sampah yang masih memiliki nilai guna, serta memanfaatkan lingkungan pekarangan secara produktif.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya DLH Wajo mendorong perubahan pola pengelolaan sampah dari yang selama ini berorientasi pada pengangkutan dan pembuangan, menjadi pengelolaan yang dimulai sejak dari sumber.
Melalui gerakan tersebut, DLH Wajo berharap semakin banyak masyarakat yang memiliki kesadaran bahwa persoalan sampah dapat ditekan apabila setiap rumah tangga mulai mengambil peran dari dapurnya masing-masing.
Piso dapur pun menjadi simbol sederhana: pengelolaan sampah dimulai dari rumah, dan perubahan besar dapat dimulai dari dapur.
(CDR)