BYTENEWS.ID – JAKARTA – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mencatat hasil yang cukup mencuri perhatian. Dalam evaluasi Government Performance Assessment yang dirilis lembaga riset politik dan kebijakan publik IndexPolitica Indonesia, Amran memperoleh skor 91 dan menempati posisi teratas dari 10 menteri dengan kinerja terbaik di Kabinet Merah Putih.(8/9/2026)
Angkanya tinggi.
Penilaian tersebut menempatkan Amran di posisi pertama, mengungguli sejumlah menteri lainnya yang masuk dalam daftar evaluasi.
IndexPolitica menggunakan pendekatan berbasis bukti dalam menilai kinerja pemerintahan. Artinya, penilaian tidak hanya melihat seberapa sering seorang menteri tampil di ruang publik atau seberapa ramai namanya diberitakan, tetapi lebih menyoroti capaian kebijakan yang bisa diukur serta dampaknya.
Sejumlah aspek menjadi bahan penilaian, mulai dari keluaran kebijakan, hasil kebijakan, efektivitas pelaksanaan program, dampak terhadap masyarakat dan ekonomi, inovasi kebijakan, hingga koordinasi antarlembaga.
Untuk Kementerian Pertanian, berbagai program peningkatan produksi pangan menjadi salah satu bagian yang mendapat perhatian dalam evaluasi tersebut.
Mulai dari penguatan irigasi dan pompanisasi, penyediaan benih, pupuk, mekanisasi pertanian hingga percepatan tanam terus didorong pemerintah untuk menjaga produksi pangan nasional.
Di tengah tantangan sektor pertanian yang tidak ringan, capaian skor 91 tersebut menjadi catatan tersendiri bagi Amran.
Bagi publik, angka tentu bukan segalanya.
Namun, ketika kinerja pemerintah mulai diukur berdasarkan hasil dan indikator yang dapat diperiksa, capaian tersebut setidaknya memberikan gambaran mengenai bagaimana kinerja seorang menteri dinilai oleh lembaga independen di luar pemerintahan.
Andi Amran Sulaiman berada di posisi pertama.
Hasil evaluasi IndexPolitica ini juga menjadi sorotan karena penilaian diarahkan pada kinerja, bukan sekadar tingkat popularitas.
Ke depan, tantangannya tentu tidak berhenti pada skor.
Produksi pangan, kesejahteraan petani, stabilitas pasokan dan kemampuan pemerintah menghadapi berbagai persoalan pertanian tetap menjadi pekerjaan yang harus dibuktikan di lapangan.
BYTENEWS.ID — Kerja dinilai dari hasil, bukan hanya dari kata-kata.
(Dewi : Bogor)