BYTENEWS.ID – WAJO – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Wajo memberikan klarifikasi terkait informasi adanya sejumlah anak sekolah yang disebut pingsan saat pelaksanaan kegiatan gerak jalan/karnaval dalam rangkaian perayaan HUT Kemerdekaan RI di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Sengkang.(12/8/2026)
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Wajo, H. Suherman Dauda, menegaskan bahwa berdasarkan pengamatannya di lokasi, bukan beberapa anak sekolah yang mengalami pingsan, melainkan hanya satu orang.
“Yang saya lihat bukan beberapa anak sekolah yang pingsan, tapi cuma satu orang,” ujar H. Suherman Dauda.
Ia juga membantah jika kondisi tersebut dikaitkan dengan pengaturan atau lahan parkir di sekitar lokasi kegiatan. Menurutnya, penataan parkir telah dilakukan dengan baik dan lokasi anak sekolah yang mengalami kondisi tersebut cukup jauh dari area parkir.
“Tidak ada hubungannya dengan lahan parkir karena parkir sudah tertata dengan baik. Anak sekolah yang pingsan itu di tempat start gerak jalan, jauh sekali dari area parkir,” jelasnya.
Meski demikian, H. Suherman Dauda mengakui bahwa kondisi cuaca yang cukup panas di wilayah Sulawesi Selatan tidak dapat dipungkiri menjadi salah satu faktor yang dapat membuat peserta kegiatan mengalami kelelahan atau merasa tidak nyaman.
“Memang kondisi seluruh wilayah Sulsel terlalu panas, jadi tidak bisa dipungkiri kalau ada anak sekolah yang pingsan. Tapi cuma satu orang,” katanya.
H. Suherman Dauda menambahkan, Dishub Wajo tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik dalam mendukung kelancaran seluruh rangkaian kegiatan masyarakat, termasuk kegiatan yang melibatkan banyak peserta dan pengguna jalan.
“Kami dari Dishub Wajo selalu siap memberikan pelayanan yang terbaik,” tegasnya.
Orang Tua Peserta Beri Kesaksian Berbeda
Sementara itu, keterangan berbeda disampaikan salah seorang orang tua peserta karnaval, Suriani. Ia mengaku dua anaknya sempat mengalami kondisi hampir pingsan saat berada di sekitar lokasi kegiatan.
Menurut Suriani, kondisi tersebut dirasakan anaknya ketika berada di kawasan belakang Toko Raja Karpet. Ia menduga panas dan kondisi udara di sekitar lokasi turut membuat anak-anak merasa tidak nyaman.
“Anak saya ada dua yang hampir pingsan karena polusi udara dan panas di belakang Toko Raja Karpet,” ungkap Suriani.
Kesaksian lainnya juga datang dari salah seorang orang tua peserta yang saat itu berada di tengah kemacetan untuk mengantar anaknya mengikuti kegiatan.
Orang tua tersebut memilih langsung membawa pulang anaknya setelah sang anak mulai mengeluhkan rasa pusing ketika berada di sekitar depan Bengkel Honda.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa situasi di lapangan dirasakan berbeda oleh masing-masing peserta maupun orang tua. Di satu sisi, Dishub memastikan penataan parkir telah dilakukan dengan baik dan menyangkal adanya keterkaitan antara parkir dengan kondisi peserta yang mengalami gangguan kesehatan.
Namun di sisi lain, sejumlah orang tua mengaku anak mereka mengalami keluhan akibat panas, kondisi udara, maupun situasi kemacetan di sekitar lokasi kegiatan.
Dengan adanya perbedaan keterangan tersebut, evaluasi terhadap pengaturan lalu lintas, titik parkir, jalur peserta, serta aspek kenyamanan dan keselamatan anak-anak selama kegiatan massal dinilai tetap penting dilakukan agar pelaksanaan kegiatan serupa ke depan dapat berlangsung lebih aman dan nyaman bagi seluruh peserta maupun masyarakat.
(Hardiansyah)