WAJO, BYTENEWS.ID — Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Wajo dari Fraksi Partai Demokrat, Andi Syariful Aklam Darakutni, angkat bicara menanggapi isu yang menyebut Komisi IV DPRD Wajo “tidur” dalam menyikapi sejumlah persoalan daerah, termasuk polemik proyek di wilayah Bangsalae.
Menurutnya, anggapan tersebut tidak benar karena Komisi IV tetap menjalankan fungsi pengawasan dan pembahasan berbagai persoalan masyarakat secara aktif.
Ia menjelaskan, saat ini pembahasan terkait proyek Bangsalae sedang ditangani melalui Panitia Khusus (Pansus) DPRD Wajo yang melibatkan enam anggota dari Komisi IV.
“Adapun soal Bangsalae, itu sudah masuk di Pansus. Ada enam orang dari Komisi IV yang ikut membahas proyek tersebut,” ujar Andi Syariful Aklam Darakutni ke wartawan bytenews.(29/04/2026)
Ia menambahkan, Komisi IV juga sementara menunggu hasil Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebagai dasar penguatan langkah selanjutnya.
“Komisi IV tetap bekerja. Pembahasan tetap jalan dan kami menunggu hasil LHP dari BPK. Jadi tidak benar kalau disebut kami tidur,” tegasnya.
Aklam juga menekankan bahwa tidak semua persoalan harus diselesaikan melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP). Banyak aspirasi masyarakat yang langsung ditindaklanjuti melalui koordinasi internal maupun komunikasi langsung dengan pihak terkait.
“Tidak semua persoalan harus di-RDP-kan. Banyak aspirasi masyarakat yang kami tindak lanjuti tanpa RDP,” jelasnya.
Ia mencontohkan, saat muncul pemberitaan terkait dugaan kekosongan obat pasien di RSUD Maddukelleng, Komisi IV langsung bergerak cepat melakukan koordinasi.
“Begitu ada isu obat habis, kami langsung menghubungi Direktur RSUD dan juga sempat berkomunikasi dengan Wakil Bupati Wajo,” ungkapnya.
Menurutnya, Ketua Komisi IV DPRD Wajo bersama seluruh anggota tetap berkomitmen mengawal setiap aspirasi masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan sosial.
“Ketua Komisi IV akan terus mengawal seluruh aspirasi masyarakat. Jadi kami tegaskan, Komisi IV tidak tidur,” tutupnya
penulis : Cender








