WAJO — Sebuah insiden tak mengenakkan terjadi di lokasi pelaksanaan Musabaqah Qiraatul Kutub (MQK) di Kabupaten Wajo, Minggu (5/10/2025). Seorang wanita berjilbab hitam yang mengaku sebagai wartawan dan keamanan acara diduga menghalangi sejumlah wartawan yang hendak melakukan peliputan di area panggung utama.
Beberapa jurnalis dari berbagai media seperti Tribun News, Trans TV, InilahCelebes, Halosulsel, hingga Koran555 mengaku tidak diperbolehkan masuk untuk mengambil gambar dan melakukan peliputan.
Salah satu jurnalis yang akrab disapa Anti Joey dari Koran555 bahkan sempat mempertanyakan identitas wanita tersebut. Namun, wanita berjilbab hitam itu enggan memperlihatkan ID card kepanitiaan yang dimintakan, sehingga memicu perdebatan di lokasi acara.
Menurut sejumlah saksi di lapangan, wanita tersebut berada di area pintu belakang panggung utama dan tampak menghadang beberapa wartawan agar tidak mengizinkan mendekat. Situasi ini menimbulkan dugaan dan persepsi kuat bahwa wanita itu bukan bagian resmi dari panitia, dan diduga didalam panggung wanita tersebut banyak warga yang tidak berkepentingan lolos berada didalam tenda dekat panggung tersebut.
Peristiwa itu dengan cepat menyebar di media sosial setelah beberapa video amatir diunggah oleh pengunjung acara. Warganet menyoroti tindakan yang dianggap menghalangi tugas jurnalistik dan mencederai kebebasan pers.
Sampai berita ini diterbitkan, pihak penyelenggara MQK maupun panitia resmi belum memberikan klarifikasi terkait status dan peran wanita berjilbab hitam tersebut. Sementara itu, sejumlah organisasi pers di Wajo disebut tengah menyiapkan protes resmi dan laporan etik atas insiden ini.
📝 Hardiansyah









