Home / Daerah

Selasa, 7 April 2026 - 04:19 WIB

Kadis DLH Andi Fakhrul Rijal Gerakkan Revolusi Kebersihan Wajo Lewat Satgas PUBER

Oplus_16908288

Oplus_16908288

bytenews.id – WAJO — Dalam upaya mengatasi persoalan timbunan sampah di wilayah permukiman, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Wajo, Andi Fakhrul Rijal Burhanuddin, menggagas pembentukan Satgas Sapu Bersih (Satgas PUBER) di setiap kelurahan dengan melibatkan kolaborasi aktif pemerintah kecamatan dan kelurahan.(7/4/26)

Program ini menjadi langkah strategis DLH Wajo untuk memperkuat penanganan sampah berbasis wilayah sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Menurut Andi Fakhrul Rijal, persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah daerah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen pemerintahan hingga masyarakat di tingkat paling bawah.

“Kami akan membentuk Satgas PUBER di setiap kelurahan dan setiap Kelurahan ada 3 Satgas PUBER, agar penanganan sampah bisa lebih cepat, terkoordinasi, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Baca Juga  Plt. Kepala Inspektorat Wajo saat ini belum layak untuk memimpin sebuah instansi

Selain Satgas PUBER, DLH Wajo juga akan membentuk Penggerak Cinta Lingkungan (PCL) di seluruh kelurahan. Program ini mengusung konsep 1 Kelurahan 1 PCL, yakni menghadirkan figur penggerak lingkungan yang bertugas mengedukasi masyarakat, mendorong budaya bersih, serta menjadi penghubung antara warga dan pemerintah dalam persoalan lingkungan.

PCL diharapkan menjadi motor perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah, penghijauan, serta pelestarian lingkungan hidup di tingkat komunitas.

Kadis DLH juga mengharapkan keterlibatan aktif para camat, lurah, dan pemerintah desa di seluruh Kabupaten Wajo dalam menangani persoalan lingkungan.

Ia bahkan mendorong pembentukan satgas kebersihan di setiap desa dan kelurahan sebagai bentuk tanggung jawab bersama terhadap kebersihan wilayah.

Baca Juga  Dasco Minta Polemik Biaya Hotel Menteri Rp9,3 Juta/Malam Tak Dibesar-besarkan

“Masalah lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah kecamatan, kelurahan, hingga desa harus menjadi garda terdepan dalam menjaga kebersihan wilayahnya masing-masing,” tegasnya.

Ke depan, DLH Wajo juga berencana memanggil seluruh camat untuk melakukan koordinasi khusus membahas dampak lingkungan di masing-masing wilayah, termasuk persoalan sampah, pengelolaan limbah, serta upaya pencegahan kerusakan lingkungan.

Langkah ini diharapkan mampu memperkuat sinergi lintas pemerintahan sekaligus menciptakan sistem pengelolaan lingkungan yang terpadu di Kabupaten Wajo.

Dengan pembentukan Satgas PUBER dan Penggerak Cinta Lingkungan, DLH Wajo menargetkan terciptanya budaya bersih yang berkelanjutan serta meningkatnya kesadaran ekologis masyarakat secara kolektif di seluruh wilayah kabupaten.

penulis : Cender

Share :

Baca Juga

Daerah

Bupati Wajo Lepas 1.941 Calon Jemaah Haji 2026, Terbanyak di Sulawesi Selatan

Daerah

KERAMAT Soroti Dugaan Pengepul BBM Subsidi di Wilayah Hukum Polres Wajo

Daerah

DLH Wajo Proyeksikan Transformasi Pengelolaan Lingkungan Berbasis Kolaborasi di Bawah Kepemimpinan Andi Fakhrul Rijal

Daerah

Komisi lll DPRD Wajo Mulai Bongkar Dugaan Proyek Siluman Rabat Beton Jalan Kota Baru

Daerah

Kabid PSU Tarkim Wajo Bungkam Soal Proyek Rabat Beton Sabbangparu Diduga Cacat Prosedur

Daerah

RR Bantah Isu Lahan Pribadi pada Proyek Rabat Beton Sabbangparu, Tegaskan Tanah Diserahkan untuk Fasilitas Umum

Daerah

Rabat Beton Diduga Masuk Lahan Pribadi Oknum Dewan, Warga: “Sapi Saja Ikut Protes”

Daerah

DLH Wajo Gandeng Developer, Kadis Lingkungan Hidup: Ledakan Perumahan Harus Diimbangi Pengelolaan Sampah