bytenews.id – WAJO — Dalam upaya mengatasi persoalan timbunan sampah di wilayah permukiman, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Wajo, Andi Fakhrul Rijal Burhanuddin, menggagas pembentukan Satgas Sapu Bersih (Satgas PUBER) di setiap kelurahan dengan melibatkan kolaborasi aktif pemerintah kecamatan dan kelurahan.(7/4/26)
Program ini menjadi langkah strategis DLH Wajo untuk memperkuat penanganan sampah berbasis wilayah sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Menurut Andi Fakhrul Rijal, persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah daerah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen pemerintahan hingga masyarakat di tingkat paling bawah.
“Kami akan membentuk Satgas PUBER di setiap kelurahan dan setiap Kelurahan ada 3 Satgas PUBER, agar penanganan sampah bisa lebih cepat, terkoordinasi, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Selain Satgas PUBER, DLH Wajo juga akan membentuk Penggerak Cinta Lingkungan (PCL) di seluruh kelurahan. Program ini mengusung konsep 1 Kelurahan 1 PCL, yakni menghadirkan figur penggerak lingkungan yang bertugas mengedukasi masyarakat, mendorong budaya bersih, serta menjadi penghubung antara warga dan pemerintah dalam persoalan lingkungan.
PCL diharapkan menjadi motor perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah, penghijauan, serta pelestarian lingkungan hidup di tingkat komunitas.
Kadis DLH juga mengharapkan keterlibatan aktif para camat, lurah, dan pemerintah desa di seluruh Kabupaten Wajo dalam menangani persoalan lingkungan.
Ia bahkan mendorong pembentukan satgas kebersihan di setiap desa dan kelurahan sebagai bentuk tanggung jawab bersama terhadap kebersihan wilayah.
“Masalah lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah kecamatan, kelurahan, hingga desa harus menjadi garda terdepan dalam menjaga kebersihan wilayahnya masing-masing,” tegasnya.
Ke depan, DLH Wajo juga berencana memanggil seluruh camat untuk melakukan koordinasi khusus membahas dampak lingkungan di masing-masing wilayah, termasuk persoalan sampah, pengelolaan limbah, serta upaya pencegahan kerusakan lingkungan.
Langkah ini diharapkan mampu memperkuat sinergi lintas pemerintahan sekaligus menciptakan sistem pengelolaan lingkungan yang terpadu di Kabupaten Wajo.
Dengan pembentukan Satgas PUBER dan Penggerak Cinta Lingkungan, DLH Wajo menargetkan terciptanya budaya bersih yang berkelanjutan serta meningkatnya kesadaran ekologis masyarakat secara kolektif di seluruh wilayah kabupaten.
penulis : Cender








