bytenews.id – WAJO – Isu perbedaan gaji petugas masjid dan petugas marbot serta polemik pembayaran THR menjadi sorotan di tengah masyarakat. Menanggapi hal tersebut, pihak pengurus Masjid Raya H.Idris memberikan klarifikasi untuk meluruskan informasi yang berkembang.(24/03/2026)
H.Idris menjelaskan kepada Wartawan Kami bahwa perbedaan nominal gaji petugas memang terjadi karena disesuaikan dengan bidang pekerjaan dan tanggung jawab masing-masing. Hal ini disebut sebagai kebijakan internal yang telah berjalan sejak lama,”katanya
Terkait THR, pengurus menegaskan bahwa pemberian tunjangan hari raya bukan berasal dari anggaran tetap, melainkan bentuk apresiasi yang diambil dari dana celengan atau kotak amal masjid. Besaran THR pun tidak sama, melainkan disesuaikan dengan peran dan kontribusi masing-masing petugas.
“THR itu sifatnya apresiasi, bukan hak tetap. Sumbernya dari celengan masjid, jadi besarannya menyesuaikan dengan kondisi keuangan dan bidang kerja petugas,” jelas H.Idris kepada Wartawan bytenews.
Di sisi lain, isu utang Masjid Raya juga turut mencuat. Pengurus meluruskan bahwa hal tersebut berkaitan dengan kegiatan besar yang pernah digelar, yakni pelaksanaan MTQ dan kunjungan dari Kementerian Agama.
Saat itu, kondisi kas masjid dinilai terbatas belum ada bantuan dana pembangunan masuk baik dari pemerintah maupun ke masyarakat. Demi menjaga kenyamanan jamaah dan tamu, Ketua Panitia Masjid, H. Idris, mengambil inisiatif untuk kerjasama dengan penyedia jasa dan material bangunan melakukan renovasi pada bagian depan dan sekeliling masjid, termasuk pemasangan plafon.
Total biaya bahan plafon diperkirakan kurang lebih sekitar Rp100 juta, Proses pengerjaan dilakukan oleh pihak penyedia jasa dan material bangunan dengan skema pembayaran bertahap.
“Pembayaran dilakukan secara berangsur setiap minggu, menyesuaikan dengan pemasukan dari celengan masjid,” terang H.Idris.
H.Idris berharap klarifikasi ini dapat meredam kesimpangsiuran informasi di masyarakat serta mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga transparansi dan keberlangsungan pengelolaan Masjid Raya ke depan.
penulis : Cender









