WAJO – Seluruh tenant UMKM pada Wajo Ramadhan Expo (WARE) 2026 dipastikan sold out, menegaskan geliat ekonomi rakyat di Kabupaten Wajo. Namun di tengah antusiasme pelaku usaha, perbankan justru menghilang dari panggung utama pengembangan UMKM.
Hingga menjelang pembukaan pada 21 Februari 2026, tidak satu pun bank, termasuk Bank Pembangunan Daerah (BPDSulSelbar), mengonfirmasi keikutsertaan sebagai tenant. Padahal, WARE merupakan forum strategis yang mempertemukan ratusan UMKM dengan ekosistem pembiayaan dan digitalisasi.
Absennya perbankan memunculkan pertanyaan serius tentang fungsi intermediasi bank di daerah. Dukungan terhadap UMKM tak cukup lewat slogan dan laporan kinerja, melainkan kehadiran nyata melalui literasi keuangan, akses pembiayaan, dan sistem pembayaran digital.
Kondisi ini kontras dengan kebijakan pemerintah pusat. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut negara telah menempatkan dana Rp200 triliun di bank umum dan BPD untuk mendorong kredit sektor riil, termasuk UMKM. Namun di Wajo, dorongan itu belum terlihat di ruang ekonomi rakyat.
Keheningan tersebut mempertegas kesan bahwa, saat UMKM bergerak menghidupkan ekonomi daerah, bank dan BPD SulSelbar masih berdiri di luar arena.
penulis : Hardiansyah









