Home / Daerah / DPR / Politik

Kamis, 29 Januari 2026 - 05:15 WIB

Reses Berkelas Banggar: Taqwa Gaffar Pulang dengan Anggaran, Bukan Catatan Kosong

Wajo, bytenews Indonesia — Anggota DPRD Kabupaten Wajo dari Fraksi NasDem, Taqwa Gaffar, memanfaatkan masa reses untuk menyerap aspirasi warga Kecamatan Tempe sekaligus menyampaikan capaian konkret di bidang infrastruktur. Dalam reses yang digelar di Jalan Belibis, Kelurahan Sengkang, Taqwa mengungkapkan keberhasilannya mengamankan anggaran Rp4 miliar untuk peningkatan jalan hotmix dalam Kota Sengkang pada tahun anggaran 2026.

Reses yang berlangsung di lokasi yang disebut Taqwa sebagai “Rumah Perjuangan” itu dihadiri ratusan warga dari 16 kelurahan di Kecamatan Tempe. Suasana berlangsung tertib meski sarat emosi, mengingat lokasi tersebut merupakan posko pemenangan Taqwa pada Pemilu Legislatif 2024 lalu.

“Tanpa doa dan perjuangan masyarakat, saya tidak mungkin duduk di DPRD. Meski tidak selalu hadir secara fisik, komitmen saya untuk warga Tempe tidak pernah berkurang,” kata Taqwa di hadapan konstituennya.

Sebagai anggota Komisi III dan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Wajo, Taqwa menjelaskan bahwa anggaran perbaikan jalan hotmix sempat tidak masuk dalam perencanaan awal. Namun, melalui pembahasan di tingkat legislatif dan penyampaian pandangan fraksi, alokasi tersebut akhirnya disetujui oleh pemerintah daerah.

Baca Juga  Viral! Wanita Berjilbab Hitam Ngaku Panitia Halangi Wartawan Liput Acara MQK

“Awalnya tidak terakomodasi. Setelah kami sampaikan urgensinya, pemerintah daerah menyetujui alokasi Rp4 miliar. Ini bukan capaian pribadi, tetapi hasil kerja politik untuk kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Selain isu jalan, warga juga menyampaikan sejumlah usulan lain, seperti perbaikan Jalan Latenridolong dan Jalan Gelatik menuju Jembatan Padduppa, normalisasi drainase di sekitar Masjid Raya dan wilayah Toddooppu, penambahan lampu jalan, hingga penataan lingkungan dan pemangkasan pohon yang dinilai membahayakan.

Menanggapi aspirasi tersebut, Taqwa meminta Camat Tempe dan jajaran terkait untuk memastikan usulan warga yang telah masuk Musrenbang ditempatkan dalam skala prioritas.

“Kalau sudah masuk Musrenbang, saya minta minimal 10 besar prioritas. Kita kawal bersama agar benar-benar terealisasi,” katanya.

Baca Juga  Reses DPRD Wajo H.Risman Lukman Dipenuhi Keluhan: Infrastruktur Lingkungan dan Bansos Jadi Rapor Merah

Dalam kesempatan itu, Taqwa juga menyinggung program penanganan kawasan kumuh di Kelurahan Mattirotappareng Barat yang akan dibiayai melalui anggaran pusat pada 2025. Ia menyebut program tersebut lahir dari inisiatif legislatif, namun memilih untuk tidak mengklaimnya secara personal.

“Kerja di DPRD bersifat kolektif. Yang penting masyarakat merasakan manfaatnya, bukan siapa yang paling menonjol,” ujarnya.

Menghadapi tahun anggaran 2026, Taqwa mengakui tantangan semakin berat seiring kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat yang diperkirakan memangkas APBD Wajo hingga sekitar Rp247 miliar. Meski demikian, ia menegaskan fungsi DPRD adalah memastikan keterbatasan fiskal tidak menghilangkan kebutuhan dasar masyarakat.

Reses tersebut turut dihadiri perwakilan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimta), Camat Tempe, serta Lurah Sengkang.

Editor : Cender

Share :

Baca Juga

Daerah

Pemkab Wajo Hadiri Rakornas 2026, Prabowo Tekankan Sinergi Pusat–Daerah hingga Swasembada

Daerah

Rilis Reses DPRD Didominasi Keluhan, Keramat Soroti Infokom Dinilai Berat Sebelah ke Pemda

Daerah

Reses Feri Saputra DPRD Wajo di Tadangpalie, Warga Soroti Tanggul Sungai, Infrastruktur, dan UMKM

Daerah

Dari Jalan Tani hingga Bedah Rumah, Aspirasi Warga Bulu Siwa Menggema di Reses Andi Aklam DPRD Wajo

DPR

Bukan Sekedar Reses Arga Prasetya Ashar di Ongkoe Serahkan Ambulans , Kursi dan 150 Titik Lampu Jalan

Nasional

Tarik Dua Wakil Bupati Aktif, PSI Sulsel Perkuat Struktur Jelang Pemilu

Politik

Rusdi Masse Datang ke Rakernas PSI, Isyarat Pindah Haluan Politik

Daerah

Reses DPRD Wajo Dirga , Warga Soroti Belum Optimalnya Layanan PDAM dan Energi