bytenews.id – WAJO — Penindakan terhadap praktik penyelewengan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi terus dilakukan aparat kepolisian di sejumlah daerah di Indonesia. Namun, hingga kini masyarakat Kabupaten Wajo menilai belum terlihat langkah nyata penertiban terhadap dugaan aktivitas pengepul BBM subsidi jenis Pertalite dan Solar di wilayah setempat.(10/4/2026)
Di Polda Kalimantan Timur, aparat kepolisian dilaporkan berhasil mengamankan 12 tersangka yang diduga terlibat dalam praktik pengumpulan dan distribusi ilegal BBM subsidi jenis Pertalite dan Solar. Penindakan tersebut menjadi bagian dari upaya nasional menjaga distribusi energi bersubsidi agar tepat sasaran.
Langkah serupa juga dilakukan oleh Polda Riau, yang bergerak melakukan pengamanan serta penertiban terhadap dugaan penyalahgunaan BBM subsidi di wilayah hukumnya.
Perbandingan penindakan di sejumlah daerah tersebut memunculkan sorotan di Kabupaten Wajo. Hingga saat ini, publik menilai belum terlihat pergerakan signifikan aparat di wilayah hukum Polres Wajo untuk menindak dugaan aktivitas pengepul BBM subsidi yang disebut-sebut berlangsung secara terbuka.
Ketua Kesatuan Rakyat Menggugat (KERAMAT), Hardiansyah, menegaskan bahwa aparat penegak hukum di daerah perlu menunjukkan langkah konkret sebagaimana yang telah dilakukan di sejumlah provinsi lain.
“Di daerah lain aparat sudah bergerak cepat mengamankan pelaku penyalahgunaan BBM subsidi. Kami berharap di Wajo juga ada langkah nyata agar tidak muncul kesan pembiaran,” tegas Hardiansyah.
Ia menilai, dugaan aktivitas pengepul BBM subsidi bukan lagi isu tertutup karena telah menjadi pembicaraan masyarakat luas. Menurutnya, jika tidak segera ditindak, kondisi tersebut berpotensi merugikan masyarakat kecil yang seharusnya menjadi penerima manfaat subsidi negara.
KERAMAT juga mendorong aparat kepolisian bersama instansi terkait meningkatkan pengawasan distribusi BBM bersubsidi, melakukan investigasi lapangan, serta menindak tegas pihak-pihak yang terbukti melanggar aturan.
Menurut Hardiansyah, penegakan hukum yang tegas akan menjadi bukti bahwa negara hadir menjaga keadilan distribusi energi sekaligus mencegah kelangkaan BBM di tengah masyarakat Kabupaten Wajo.
penulis : Cender









