bytenews.id – WAJO — Aksi unjuk rasa mahasiswa di depan Gedung DPRD Kabupaten Wajo berlangsung damai pada Selasa (09/10/2025). Massa aksi yang menamakan diri Keramat menyuarakan aspirasi terkait kebijakan DPRD, khususnya soal Tunjangan Perumahan dan Perjalanan Dinas Luar Provinsi yang dinilai terlalu berlebihan.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa membakar replika keranda mayat sebagai simbol matinya hati nurani wakil rakyat. Keranda itu diletakkan tepat di depan pintu gerbang DPRD Wajo sebelum akhirnya dibakar dengan kawalan ketat aparat kepolisian.
“Tindakan ini adalah simbol perlawanan kami, bahwa DPRD sudah mati nurani dan fungsinya sebagai wakil rakyat,” tegas Hardiansyah, salah satu orator aksi.
Selain itu, mahasiswa juga membentangkan spanduk berisi tuntutan. Mereka mendesak DPRD Wajo untuk lebih serius menangani berbagai persoalan, khususnya terkait pengadaan alat kesehatan (Alkes) di RSUD Siwa, pelayanan PDAM, serta distribusi beras Bulog.
Aksi yang berlangsung kondusif ini mencatatkan sejarah baru di Kabupaten Wajo. Untuk pertama kalinya, seluruh Komisi DPRD Wajo hadir lengkap dalam menerima aspirasi mahasiswa, termasuk Ketua DPRD bersama Wakil Ketua I dan Wakil Ketua II. Kehadiran penuh pimpinan dewan tersebut menjadi catatan penting bagi mahasiswa sebagai bukti keterbukaan DPRD dalam menanggapi aspirasi rakyat.
📝 : Cender









