WASHINGTON DC – bytenews indonesia — Amerika Serikat tengah menghadapi tekanan di dalam dan luar negeri secara bersamaan. Di tingkat global, ketegangan dengan Iran kembali meningkat, sementara di dalam negeri pemerintah federal dibayangi ancaman penutupan sementara (shutdown) akibat kebuntuan pembahasan anggaran.(29/01/2026)
Pemerintahan Presiden Amerika Serikat disebut tengah mempertimbangkan berbagai opsi kebijakan terhadap Iran di tengah meningkatnya ketegangan kawasan Timur Tengah. Kehadiran militer AS di wilayah tersebut memicu respons keras dari Teheran yang menilai langkah Washington sebagai ancaman terhadap kedaulatan negaranya.
Situasi geopolitik ini berlangsung bersamaan dengan dinamika politik domestik di Washington. Perbedaan tajam antara Partai Demokrat dan Republik terkait pembiayaan pemerintahan federal memunculkan risiko shutdown apabila kesepakatan anggaran tidak tercapai sebelum tenggat waktu.
Jika penutupan pemerintah terjadi, sejumlah layanan publik penting berpotensi terdampak, termasuk operasional bandara, bantuan bencana, serta gaji pegawai federal non-esensial. Pemerintah dan parlemen masih melakukan negosiasi intensif untuk mencegah skenario tersebut.
Di sisi lain, pemerintahan AS juga menghadapi tekanan publik agar lebih memprioritaskan isu domestik seperti ekonomi, inflasi, dan layanan sosial, dibandingkan keterlibatan militer di luar negeri.
Para analis menilai kombinasi eskalasi geopolitik dan ketegangan politik dalam negeri menjadi tantangan besar bagi stabilitas pemerintahan AS dalam waktu dekat. Tanpa terobosan kebijakan dan kompromi politik, tekanan tersebut berpotensi memengaruhi kepercayaan publik dan posisi global Washington.
penulis : cender









