Home / Daerah

Sabtu, 17 Januari 2026 - 10:45 WIB

Keramat Nilai Tugu Kubah Masjid di Ulugalung Bermutu Buruk, Diduga Akibat Kelalaian Pengawasan Dana CSR Rp150 Juta

bytenews.id – Wajo — Kesatuan Rakyat Menggugat (Keramat) Kabupaten Wajo menilai pembangunan tugu berbentuk kubah masjid di Ulugalung, Kabupaten Wajo, yang bersumber dari dana CSR Bank BPD Sulsel senilai Rp150 juta, menunjukkan mutu pekerjaan yang buruk dan tidak profesional. Kondisi tugu yang terlihat tidak lurus dan tidak presisi dinilai sebagai bukti lemahnya pelaksanaan teknis di lapangan. (17/01/2026)

Keramat menegaskan, ketidaklurusan bangunan tersebut bukan bagian dari desain, melainkan mencerminkan rendahnya kualitas pekerjaan konstruksi. Hal ini memunculkan dugaan kuat adanya kelalaian pengawasan, baik dari pihak pelaksana maupun pihak yang bertanggung jawab terhadap penggunaan dana CSR.

“Bangunan di ruang publik dengan simbol keagamaan seharusnya dikerjakan secara rapi, presisi, dan bermutu. Jika hasilnya justru tampak miring dan tidak simetris, maka patut diduga pekerjaan dilakukan asal jadi,” tegas Keramat.

Baca Juga  Dasco Minta Polemik Biaya Hotel Menteri Rp9,3 Juta/Malam Tak Dibesar-besarkan

Menurut Keramat, dana CSR bukanlah dana tanpa standar. Setiap pekerjaan yang dibiayai CSR tetap harus memenuhi kaidah teknis konstruksi, prinsip kehati-hatian, serta pengawasan yang memadai. Ketika hasil fisik menunjukkan cacat yang kasat mata, maka pertanyaan besar muncul: di mana fungsi pengawasan selama proses pembangunan?

Keramat juga menilai bahwa kelalaian pengawasan berpotensi menyebabkan pemborosan anggaran dan merugikan kepentingan publik, karena dana yang seharusnya menghasilkan bangunan layak justru menghasilkan karya yang dipertanyakan mutunya.

“Jika pengawasan berjalan, ketidakpresisian seperti ini seharusnya bisa dicegah sejak awal. Fakta bahwa tugu tetap diselesaikan dalam kondisi tidak lurus menunjukkan adanya pembiaran,” lanjutnya.

Baca Juga  Lingkungan Dibiarkan Kotor, Kampus Hampir Terbakar: BEM IIHE Ledakkan Kritik ke DLH

Atas dasar itu, Keramat mendesak agar dilakukan evaluasi teknis menyeluruh, termasuk pemeriksaan terhadap perencanaan, pelaksanaan, serta pihak yang bertanggung jawab atas pengawasan pembangunan tugu tersebut. Keramat juga meminta Bank BPD Sulsel sebagai penyalur dana CSR untuk tidak lepas tangan dan memastikan program CSR benar-benar memberikan manfaat yang berkualitas bagi masyarakat.

“CSR seharusnya membangun kepercayaan publik, bukan justru memunculkan kekecewaan. Jika mutu pekerjaan buruk dan pengawasan lalai, maka harus ada perbaikan dan pertanggungjawaban,” tutup Keramat.

penulis : Hardiansyah

Share :

Baca Juga

Daerah

Wabup Wajo di Rakornas Kemendagri: Sinkronisasi Pusat–Daerah Kunci Asta Cita Presiden

Daerah

Proyek Bermasalah Diduga Terstruktur, Keramat Wajo Siap Buka Data ke KPK

Daerah

Ketua KERAMAT Soroti Proyek Cath Lab RSUD Madukelleng Wajo Rp2,19 Miliar, Desak Kejelasan Rehab atau Pengadaan Alkes Sesuai Aturan Kemenkes

Daerah

HUT Intelkam Polri ke-80, Kapolres dan Kasat Intelkam Polres Wajo Tegaskan Komitmen Jaga Stabilitas Kamtibmas

Daerah

Akhir Penantian Panjang, 4.008 PPPK Paruh Waktu Wajo Resmi Diangkat

Daerah

Atlit Biliar Sulawesi Selatan Menaruh Harapan Pada Ir. Fekix Ligianto Untuk Menahkodai POBSI SulSel

Daerah

WAC: Peringatan “Lampu Merah” KPK untuk Kabupaten Wajo Diabaikan Pemerintah Daerah

Daerah

BEM Lamaddukelleng Desak Polres Wajo Klarifikasi Isu Viral Dugaan Kanibalisme