Bytenews.id – WAJO — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Institut Lamaddukelleng menyoroti maraknya pemberitaan di media sosial terkait dugaan aksi kanibalisme yang membuat warga Wajo resah. Hingga kini, belum ada penjelasan resmi dari aparat kepolisian mengenai kebenaran foto yang beredar luas di masyarakat.

Menteri Kominfo BEM Lamaddukelleng, Muh. Nur Ikhsan, menilai lambatnya klarifikasi dari aparat bisa menimbulkan kepanikan publik dan menurunkan kepercayaan terhadap penegak hukum.
“Kami memahami betapa sensitifnya isu ini. Jika benar ada pelaku yang diduga melakukan kejahatan ekstrem seperti kanibalisme, aparat harus segera bertindak dan memberikan penjelasan terbuka kepada masyarakat,” ujarnya dalam pernyataan tertulis, Senin (14/10/2025).
BEM Lamaddukelleng juga meminta Polres Wajo memperkuat pengamanan di wilayah rawan serta menjalin komunikasi intensif dengan tokoh masyarakat dan lembaga pendidikan guna menciptakan rasa aman di tengah warga.
Selain itu, pihaknya mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum diverifikasi serta tidak ikut menyebarkan hoaks yang dapat memperkeruh suasana.
“Kami tidak bermaksud menakut-nakuti. Ini adalah bentuk kepedulian agar rasa aman masyarakat tetap terjaga,” tegas Ikhsan.
BEM Lamaddukelleng berharap Polres Wajo segera memberikan klarifikasi dan langkah konkret untuk meredam keresahan masyarakat.
“Menjaga keamanan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas aparat,” pungkasnya.
📝 Hardiansyah









