Home / Daerah

Kamis, 24 Juli 2025 - 15:40 WIB

MATA ALAM Desak Pemda Bertanggung Jawab atas Kebakaran di Depan Kampus Lamaddukkelleng

bytenews.id – Sengkang, 24 Juli 2025 — Mahasiswa Pencinta Alam Institut Lamaddukkelleng (MATA ALAM) menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden kebakaran yang terjadi di area depan kampus pada Kamis siang (24/7). Kebakaran yang diduga dipicu oleh puntung rokok ini membakar tumpukan dahan pohon hasil penebangan yang tak kunjung dibersihkan oleh pihak pemerintah daerah.

Dalam pernyataan resminya, MATA ALAM menyoroti kelalaian Pemda yang dianggap tidak tuntas dalam menangani limbah penebangan pohon. Sisa ranting dan dahan kering yang dibiarkan menumpuk dalam waktu lama menciptakan kondisi rawan kebakaran, terlebih di tengah musim kemarau yang melanda wilayah Wajo belakangan ini.

Api dengan cepat meluas dan sempat membakar salah satu baliho kampus Institut Ilmu Hukum dan Ekonomi Lamaddukkelleng. Tidak hanya menimbulkan kepanikan, peristiwa ini juga menjadi alarm bahaya atas minimnya kesadaran dan pengelolaan lingkungan di area publik, khususnya yang dekat dengan kawasan pendidikan.

Baca Juga  Ketua KERAMAT Soroti Proyek Cath Lab RSUD Madukelleng Wajo Rp2,19 Miliar, Desak Kejelasan Rehab atau Pengadaan Alkes Sesuai Aturan Kemenkes

“Kebakaran ini bukan semata soal api dan asap, tapi juga bentuk kelalaian struktural yang mengancam keselamatan masyarakat dan mahasiswa,” tegas salah satu kader MATA ALAM.

MATA ALAM mendesak Pemda untuk bertanggung jawab atas insiden tersebut. Mereka meminta adanya pembersihan segera terhadap material yang mudah terbakar dan mendorong dilakukannya penghijauan kembali di area terdampak. Menurut mereka, penanganan krisis lingkungan semacam ini tidak bisa hanya dilakukan reaktif, tetapi harus menjadi agenda jangka panjang yang melibatkan seluruh elemen, termasuk kampus dan masyarakat sekitar.

Baca Juga  Ketua Komisi lll Andi Bayuni: Tambang Ilegal Bikin Banjir, Tapi Penegakan Hukum Lesu!

Sebagai bentuk tanggung jawab sosial, MATA ALAM juga menyatakan kesiapannya untuk terlibat aktif dalam aksi gotong royong yang akan digelar pada Jumat (25/7), dengan agenda pembersihan sisa limbah penebangan di sekitar kampus. Mereka juga akan terlibat dalam program reboisasi, edukasi lingkungan, dan advokasi berkelanjutan untuk mendorong kesadaran ekologis.

“Kami siap menjadi bagian dari solusi, bukan hanya suara yang mengkritik. Tapi kami juga akan terus bersuara jika alam kembali dikorbankan,” tutup pernyataan tersebut.

📝Hardiyansyah

Share :

Baca Juga

Daerah

Wabup Wajo di Rakornas Kemendagri: Sinkronisasi Pusat–Daerah Kunci Asta Cita Presiden

Daerah

Keramat Nilai Tugu Kubah Masjid di Ulugalung Bermutu Buruk, Diduga Akibat Kelalaian Pengawasan Dana CSR Rp150 Juta

Daerah

Proyek Bermasalah Diduga Terstruktur, Keramat Wajo Siap Buka Data ke KPK

Daerah

Ketua KERAMAT Soroti Proyek Cath Lab RSUD Madukelleng Wajo Rp2,19 Miliar, Desak Kejelasan Rehab atau Pengadaan Alkes Sesuai Aturan Kemenkes

Daerah

HUT Intelkam Polri ke-80, Kapolres dan Kasat Intelkam Polres Wajo Tegaskan Komitmen Jaga Stabilitas Kamtibmas

Daerah

Akhir Penantian Panjang, 4.008 PPPK Paruh Waktu Wajo Resmi Diangkat

Daerah

Atlit Biliar Sulawesi Selatan Menaruh Harapan Pada Ir. Fekix Ligianto Untuk Menahkodai POBSI SulSel

Daerah

WAC: Peringatan “Lampu Merah” KPK untuk Kabupaten Wajo Diabaikan Pemerintah Daerah