Home / Daerah / DPR

Sabtu, 21 Juni 2025 - 13:40 WIB

Wajo Tanpa RPPLH: Lingkungan Terancam, Tambang Ilegal Bebas Beraksi, Ketua Bapemperda Soroti Lemahnya Perencanaan Lingkungan

bytenews.id – WAJO –  Di tengah sorotan publik terhadap maraknya tambang ilegal di Kabupaten Wajo, muncul persoalan mendasar yang dinilai sangat krusial: hingga kini, Pemerintah Kabupaten Wajo belum memiliki dokumen Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPPLH).

Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kabupaten Wajo, Amran, S.Sos., M.Si., menyampaikan keprihatinan atas absennya dokumen yang menjadi acuan strategis dalam pengelolaan lingkungan tersebut. Hal ini dinilainya sebagai kelemahan serius dalam tata kelola dan perencanaan lingkungan daerah.

“Kami sangat mengapresiasi langkah pemerintah dalam menyegel tambang-tambang ilegal. Namun, harus diakui bahwa absennya RPPLH membuat kebijakan pengendalian dan perlindungan lingkungan belum terarah secara menyeluruh,” ujar Amran, Sabtu (21/6/2025).

RPPLH sendiri merupakan dokumen wajib yang diamanatkan oleh Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Dokumen ini berfungsi untuk menetapkan daya dukung dan daya tampung lingkungan, pengendalian pemanfaatan ruang, serta menjadi dasar dalam proses penerbitan izin kegiatan, termasuk untuk sektor pertambangan.

Baca Juga  Anggota Dewan Nikah Lagi Tanpa Izin Istri, Dilaporkan ke Polisi Atas Dugaan Pelanggaran Hukum

“Tanpa RPPLH, kita tidak memiliki peta atau dasar ilmiah untuk menilai sejauh mana wilayah kita mampu menampung aktivitas seperti tambang. Ini sangat rentan menimbulkan konflik, kerusakan lingkungan, bahkan pelanggaran hukum,” tegasnya.

Amran mengingatkan bahwa keberadaan RPPLH tidak hanya penting untuk kepentingan perizinan, tapi juga sebagai instrumen pengawasan dan evaluasi lingkungan jangka panjang, serta alat pencegah kerusakan lingkungan yang sistematis.

Lebih jauh, ia mendorong Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Wajo agar segera memprioritaskan penyusunan dokumen RPPLH dengan melibatkan berbagai pihak, seperti lembaga akademik, pakar lingkungan, hingga masyarakat sipil.

Baca Juga  Bangunan Mie Gacoan Disorot Gara-Gara Survei Lahan Parkir, Netizen Pertanyakan Kenapa Bank BSI yang Bikin Macet Tak Pernah Ditindak

“Kami di DPRD, khususnya di Bapemperda, siap mendukung dari sisi regulasi. Tapi eksekutif harus bergerak cepat. Dokumen ini adalah pondasi, bukan pelengkap,” tegasnya.

Amran juga mengingatkan pentingnya menyelaraskan antara perencanaan dokumen lingkungan dan pelaksanaan pengawasan di lapangan. Menurutnya, selama ini banyak tindakan penertiban yang bersifat reaktif, bukan preventif.

“Kita tidak ingin penindakan tambang ilegal hanya bersifat reaktif dan sesaat. Dengan adanya RPPLH, Pemda Wajo bisa lebih proaktif, terukur, dan berkeadilan dalam mengelola sumber daya alam,” tutupnya.

RPPLH sejatinya bukan sekadar dokumen administratif, melainkan alat kendali kebijakan lingkungan hidup di daerah. Tanpa dokumen ini, pembangunan dan pengelolaan sumber daya alam akan selalu dibayang-bayangi risiko bencana ekologis dan ketimpangan sosial.

(Cender)

Share :

Baca Juga

Daerah

Proyek Wisata Bangsalae Diduga Jadi Temuan, Komisi IV DPRD Wajo Disorot Soal Pengawasan

DPR

RDP KOMISI I DPRD Wajo Ungkap Polemik Gaji PPPK Paruh Waktu, BKPSDM Tegaskan DPA Guru dan Tendik Ada di Dinas Pendidikan

Daerah

Gaji PPPK PW Baru Cair 3 Bulan, Guru Singgung “Umroh”, Komisi I DPRD Wajo Siap Kawal

Daerah

Kades Botto Diduga Hapus Nama Warga Penerima dari Daftar Bantuan Bedah Rumah, Warga Pertanyakan Transparansi

Daerah

KERAMAT Resmi Laporkan Dugaan Pengelolaan Iuran PGRI Wajo ke Kejaksaan

Daerah

Survei Gas Alam di Wajo Picu Penolakan, KERAMAT Soroti Desa Tua dan Desa Balielo: Jangan Sampai Terulang Tragedi Lumpur Lapindo

Daerah

Bupati Andi Rosman Tegaskan Peran KEMAWA, Perkuat Persatuan Warga Wajo di Perantauan

Daerah

Kadis DLH Wajo Ambil Alih RTH Calaccu! Lapak Parkiran Dipastikan Dibongkar, Pasar Pagi UMKM Segera Hadir